Jakarta -- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD DKI Jakarta menegaskan tidak akan melarang peredaran bir untuk dikonsumsi masyarakat di Ibukota. Namun, partai berhaluan Islam tersebut menginginkan adanya pembatasan lokasi penjualan bir di Jakarta untuk ke depannya.
Menurut Ketua Fraksi PKS di DPRD DKI, Selamat Nurdin, penjualan bir tidak dapat dilarang karena ada elemen masyarakat dari agama tertentu diluar Islam yang diperbolehkan mengonsumsi alkohol / miras.
Hal tersebut juga berlaku untuk konsumsi makanan tertentu seperti daging anjing dan babi.
"PKS tidak Akan pernah melarang bir beredar karena memang ada agama tertentu di Jakarta yang memperbolehkan konsumsi alkohol Begitupun dengan makanan seperti daging anjing dan babi. Tapi lokasinya harus ditentukan dengan baik," ujar Selamat di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (10/4).
Menurut Ketua Fraksi PKS di DPRD DKI, Selamat Nurdin, penjualan bir tidak dapat dilarang karena ada elemen masyarakat dari agama tertentu diluar Islam yang diperbolehkan mengonsumsi alkohol / miras.
Hal tersebut juga berlaku untuk konsumsi makanan tertentu seperti daging anjing dan babi.
"PKS tidak Akan pernah melarang bir beredar karena memang ada agama tertentu di Jakarta yang memperbolehkan konsumsi alkohol Begitupun dengan makanan seperti daging anjing dan babi. Tapi lokasinya harus ditentukan dengan baik," ujar Selamat di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (10/4).
Walaupun tidak melarang peredaran bir di Jakarta, namun PKS tetap melayangkan protes atas sikap Ahok yang mempertanyakan kebijakan pembatasan penjualan bir yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan. Selamat pun meminta Ahok mengikuti regulasi tersebut tanpa harus mengatakan bahwa bir tidak bermasalah bagi kesehatan orang yang meminumnya.
"Ada regulasi yang mengatur agar peredaran bir diatur. Ya sudah seharusnya dijalankan. Tidak boleh dia berbicara seperti itu. Ini menyangkut peraturan," kata Selamat di Gedung DPRD DKI, Jumat (10/4).
Sebelumnya, Ahok diketahui telah mengeluarkan pernyataan yang bernada menolak pembatasan penjualan bir di mini market mulai pertengahan April 2015 ini. Menurut Ahok, bir tidak seharusnya dibatasi penjualannya karena minuman tersebut tidak akan membuat orang meninggal dunia.
"Bir itu cuma lima persen (kandungan) alkoholnya. Kalau kamu tidak mau alkohol, obat batuk saja ada alkoholnya. Untuk anggur merah rata-rata justru kandungan alkohol diatas belasan persen," kata Ahok pagi tadi.
Pernyataan Ahok tersebut lantas membuat kritik berdatangan kepada Ahok. Salah satunya yang disampaikan dengan keras oleh Ketua Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) sekaligus Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris.
SUMBER SUCI
==================
dr jaman kolonial hingga gubernur Ali Sadikin sampai fauzi bowo , Miras mmg barang legal di jkt
tp ane setuju aj klo dibatasi , yg penting TIDAK DILARANG
Dikutip dari: http://adf.ly/1EOBST


