SITUS BERITA TERBARU

Terpidana Mati Tiba di Lapangan Limus Buntu

Wednesday, April 29, 2015
Terpidana Mati Tiba di Lapangan Limus Buntu

Cilacap, CNN Indonesia -- Sembilan terpidana mati telah sampai Lapangan Tembak Limus Buntu, Nusakambangan. Proses pemindahan menggunakan sejumlah mobil baik tahanan Kejaksaan Negeri Cilacap maupun mobil biasa.

"Sembilan terpidana mati telah sampai di lapangan (tembak)," ujar sumber CNN Indonesia di Nusakambangan, tepat di pergantian hari, Rabu (29/4).

Setiap mobil mengangkut satu terpidana ditemani oleh pihak Kejaksaan. Mobil-mobil tersebut akan berjalan beriringan.

Sebelumnya, satu per satu dari sembilan terpidana mati digiring memasuki mobil dengan tangan diborgol ke belakang. Kepala mereka, ditutup sebuah kain penutup kepala. Sementara baju yang mereka kenakan berwarna serba putih.

Apabila sesuai jadwal, eksekusi akan digelar pada Rabu (29/1) pukul 00.00 WIB. Lokasi eksekusi, menurut sumber CNN Indonesia, nantinya bakal mengambil tempat di area bekas LP Limus Buntu yang telah menjadi lapangan tembak.

Di Limus Buntu, sembilan tiang telah disiapkan untuk tiap terpidana mati. Limus Buntu adalah sebuah lapangan berbentuk segi empat, dengan dinding bata tua yang tingginya hanya berkisar satu meter. Lapangan tersebut digunakan polisi untuk latihan menembak.

Sembilan terpidana dieksekusi dalam waktu yang bersamaan. Mereka yang dieksekusi yakni empat warga Nigeria, Jamiu Owolabi Abashin yang lebih dikenal sebagai Raheem Agbage Salami, Okwudili Oyatanze, Martin Anderson, dan Silvester Obiekwe Nwolise.

Ada pula Rodrigo Gularte dari Brasil, Mary Jane Fiesta Veloso asal Filipina, dan Zainal Abidin dari Indonesia. Selanjutnya, duo Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Sebelumnya, belasan rombongan mobil TNI dan Polri datang beriringan di Dermaga Wijaya Pura, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/4) sekitar pukul 21.45 WIB.

Sedikitnya delapan mobil berwarna hitam antara lain bermerek Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner memasuki area dermaga.

Kemudian iringan itu disusul oleh mobil Pangdam IV Diponegoro berwarna hijau dengan nomor polisi IV-1703. Ada pula mobil double-cabin berstiker "Sub Div Humas Polda Jateng".

Sesaat setelah memasuki area pelabuhan, tampak personel TNI dan Polri menuruni mobil. Mereka hendak menyeberang ke Nusakambangan, jelang eksekusi yang rencananya bakal digelar pada Rabu (29/4) dini hari pukul 00.00 WIB.

Para personel enggan berkomentar dan menyapa awak media. Mereka melenggang pergi menuju sisi pelabuhan lainnya, berdekatan dengan posisi kapal dan perahu berlabuh.

Sesudah rombongan TNI-Polri, hadir pula dua orang perwakilan konsulat jenderal Australia yang menumpang mobil Hyundai Hi-Jet berwarna hitam dengan nomor polisi corps diplomatic, CD.

Sebelumnya, berdasarkan sumber CNN Indonesia, sekitar pukul 21.00 WIB, pihak Lembaga Pemasyarakatan (LP) Besi telah menyerahkan sembilan terpidana mati kepada Kejaksaan Agung. Selanjutnya, terpidana bakal dieksekusi oleh regu tembak dari Brimob Purwokerto.

Apabila serah terima telah usai, maka yang berwenang memegang kendali adalah pihak Kejaksaan dan kepolisian untuk menembak pelatuk. Lokasi eksekusi nantinya bakal mengambil tempat di area bekas LP Limus Buntu yang kini digunakan sebagai lapangan tembak.

Wilayah Nusakambangan sudah steril sejak pukul 19.00 WIB. Penjagaan digelar tiap 200 meter oleh satu tim Brimob. Setiap regunya terdiri dari 10 orang aparat. Mereka mengenakan pakaian dinas lengkap (PDL) dengan senjata laras panjang.

Sumber 
Akhirnya jadi juga ...

Link: http://adf.ly/1FyoBm
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive