Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Angkat Senjata di Yaman, Arab Saudi Minta Dukungan Mora

Sunday, April 12, 2015
Angkat Senjata di Yaman, Arab Saudi Minta Dukungan Moral

387056_620_tempoco.jpg

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa‎ Ibrahim Al-Mubarak meminta dukungan moral atas operasi militer yang dilakukan negara-negara Teluk yang dipimpin Arab Saudi terhadap Yaman. Operasi militer itu digelar untuk memberantas kelompok Syi'ah Houthi yang menjadi penyebab gejolak di Yaman.

"Peran Indonesia sangat penting, hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sangat erat dari segala aspek. Saya sebagai duta besar sangat mengapresiasi," kata Mustafa di rumahnya di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 April 2015. Stabilitas keamanan di Yaman, menurut Mustafa, sudah mencapai taraf mengkhawatirkan. Buat mencapai membalikkan kondisi itu, perlu kekuatan untuk menghabisi kelompok Houthi.

Kelompok Houthi sejak 2004 memberontak untuk mendapatkan otonomi bagi Provinsi Saada. Pada 2014, milisi Houthi menguasai dan meneror ibu kota Sana'a. Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi melarikan diri dan bersembunyi.

"Kami ingin menjelaskan alasan dilakukannya operasi militer tersebut, yaitu untuk mempertahankan keabsahan presiden Yaman yang sekarang ini," ujar Mustafa.

Operasi militer terhadap Yaman pun diinisiasi Arab Saudi setelah Mansour Hadi mengirim surat kepada Arab Saudi. Lewat surat itu, dia meminta bantuan negara-negara Teluk untuk memberantas kelompok Houthi yang mengancam kedaulatan Yaman. "Surat diterima 7 Maret 2015," ujarnya.

Krisis di Yaman, menurut Mustafa, bermula saat kelompok Houthi mendapat dukungan logistik plus senjata dari eks Presiden Yaman Abdullah Saleh yang ingin kembali merebut kekuasaan--ia jatuh karena digulingkan. "Karena Saleh juga, kelompok itu bisa masuk ke ibu kota," kata dia.

"Arab Saudi tak bakal diam menonton Yaman yang kondisinya semakin mengkhawatirkan, kami memutuskan membantu dan melakukan operasi militer bernama Decisive Storm," ujar Mustafa.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Muhammad Cholil Nafis mendukung Decisive Storm karena bertujuan melindungi dan menjaga. "Jika kita ingin membantu, bukan membantu salah satu pihak untuk menghancurkan pihak yang lain, tapi untuk tujuan membuat perdamaian, mengembalikan Yaman pada konstitusi dan masyarakatnya," ujar Sekretaris Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Pascasarjana Universitas Indonesia itu.


SUMBER  (www.tempo.co)

Dikutip dari: http://adf.ly/1ETrX5
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive