
Prabowo dan Fadli zon AKan Bertarung di Pilpres 2019
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, bertemu dengan istri Serge Areski Atlaoui di perpustakaan pribadinya. Serge merupakan terpidana mati yang ditunda eksekusinya karena mengajukan peninjauan kembali (PK).
Fadli mengaku istri Serge didampingi pihak kedutaan besar Prancis di Indonesia dan penerjemah. "Keluarga Serge dan konselor kedubes Prancis menemui saya untuk menjelaskan kasusnya kronologi permintaan mereka penangguhan karena masih ada proses hukum berjalan," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/5/2015).
Keluarga Serge juga menunjukkan adanya aturan bila satu kelompok ditahan maka dijatuhi hukuman secara bersama-sama. Serge Areski Atlaoui ditangkap pada 11 November 2005 karena kepemilikan dan operasi pabrik ekstasi dan sabu di Cikande, Tangerang, Banten.
Dari pabrik itu, petugas menemukan 138,6 Kg sabu-sabu, 290 Kg ketamine dan 316 drum prekusor. Serge beserta 8 orang lain dihukum mati di kasus itu.
Fadli mengatakan pihak keluarga bercerita mengapa yang akan dieksekusi mati hanya Serge saja. Sementara pemilik pabrik serta pelaku lainnya berkewarganegaraan Tiongkok tidak dieksekusi karena masih PK.
"Sementara Serge ini cepat dan tidak didalami secara proporsional, keputusannya apapun mereka minta dihukum bersama," tuturnya.
Serge, kata Politisi Gerindra itu, hanya teknisi meskipun tetap diproses hukum. Sementara pemilik pabrik narkoba hingga kini belum diputus eksekusinya.
"Yang mereka minta penangguhan dan hukum dilaksanakan seadilnya. Saya tanya istrinya mereka dari keluarga biasa, Serge juga sudah tiga kali datang ke Indonesia sebagai teknisi pabrik, baru yang ketiga kedatangan baru tahu ini mesin pembuat ekstasi," ujarnya.
SUMBER
fadli zon sungguh bijaksana bakal bersaing ketat dengan prabowo nih di 2019
Dikutip dari: http://adf.ly/1GJzUn


