Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para menterinya berkonsentrasi dalam pencairan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Perubahan 2015. Karena masih ada beberapa kementerian yang penyerapannya masih rendah.
"Sekali lagi saya ingin memberikan tekanan untuk realisasi belanja," kata Jokowi saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/5/2015).
Jokowi telah menerima laporan penyerapan anggaran dari Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro untuk 15 kementerian/lembaga (K/L) yang mendapat anggaran cukup besar. Mayoritas adalah dari kementerian di bidang ekonomi dan maritim.
"Alhamdullilah pada hari ini, saya telah mendapatkan laporan, terutama untuk realisasi belanja untuk 15 K/L yang terbesar, sampai 15 Mei kalau dibandingkan dengan 2014 sudah di atasnya," jelasnya
Tapi ada beberapa kementerian yang penyerapannya masih rendah, akibat belum diselesaikan proses nomenklatur.
"Sekali lagi saya ingin memberikan tekanan untuk realisasi belanja," kata Jokowi saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/5/2015).
Jokowi telah menerima laporan penyerapan anggaran dari Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro untuk 15 kementerian/lembaga (K/L) yang mendapat anggaran cukup besar. Mayoritas adalah dari kementerian di bidang ekonomi dan maritim.
"Alhamdullilah pada hari ini, saya telah mendapatkan laporan, terutama untuk realisasi belanja untuk 15 K/L yang terbesar, sampai 15 Mei kalau dibandingkan dengan 2014 sudah di atasnya," jelasnya
Tapi ada beberapa kementerian yang penyerapannya masih rendah, akibat belum diselesaikan proses nomenklatur.
"Saya harapkan betul-betul konsentrasi ke arah ini, karena mungkin ada satu dua tiga yang belum menyelesaikan, baik mengenai kelembagaan maupun mengisi eselon satunya, ini agar segera diselesaikan," papar Jokowi.
Pentingnya penyerapan anggaran, kata Jokowi, adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi di kuartal I-2015, ekonomi hanya mampu tumbuh 4,71%.
"Sehingga serapan anggaran kita bisa betul-betul sesuai yang diharapkan dan bisa memicu ekonomi, dan memacu ekonomi untuk lebih baik lagi," tukasnya.
Hadir dalam sidang ini di antaranya adalah Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, dan yang lainnya.
http://finance.detik.com/read/2015/0...ta-konsentrasi
Mantap nih serapan anggaran rendah go nasional
Kalo menurut media Panasbung bisa jadi BanCol yang sudah terbukti waktu di DKI penyerapan anggarn terburuk sekarang penyerapan anggaran yang rendah udah go nasional
disisi lain penyerapan anggaran tinggi ga sedikit diserap oleh anggaran yang ga jelas dan dikorupsi
ayo silahkan diperdebatkan
Dikutip dari: http://adf.ly/1HPE8m


