Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan, Presiden Joko Widodo sama saja dengan berjudi bila menyetujui Komjen Polisi Budi Gunawan menjadi wakil kepala Polri.
"Jokowi berjudi dengan kepercayaan masyarakat. Yang menjadi taruhan bukan sekadar reputasi dan nama baik kepolisian, tetapi juga kepresidenan, baik pribadi dan lembaga," kata Bonar dihubungi di Jakarta, Rabu (22/4/2015), seperti dikutip Antara.
Bonar mengatakan, Presiden sesungguhnya adalah pimpinan tertinggi kepolisian. Karena itu, apa pun yang dilakukan Polri merupakan tanggung jawab Presiden dan akan berdampak bagi kewibawaan lembaga kepresidenan.
Menurut Bonar, jika Budi Gunawan terpilih sebagai wakapolri, hal itu merupakan parodi politik yang tidak sehat bagi konsolidasi demokrasi di Indonesia. Hal itu sekaligus menjadi peringatan bagi gerakan antikorupsi akan upaya serangan balik berupa pelemahan.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anton Charliyan sebelumnya meminta semua pihak harus menghormati siapa pun Wakapolri yang dipilih.
KPK sebelumnya merasa memiliki cukup bukti bahwa Budi Gunawan terlibat kasus dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian.
Namun, hakim Sarpin Rizaldi memutuskan bahwa penetapan tersangka Budi oleh KPK tidak sah. KPK juga dianggap tidak berwenang mengusut kasus itu.
Dampaknya, KPK melimpahkan perkara Budi ke Kejaksaan Agung. Namun, Kejaksaan melimpahkan ke Polri. Kepolisian akan melakukan gelar perkara bersama untuk memutuskan apakah kasus Budi akan dilanjutkan atau tidak.
SUMBER (nasional.kompas.com)
JOKOWI BERJUDI
Dikutip dari: http://adf.ly/1FaZfU


