Original Posted By elshinta.com ►
yang sempat dijual ke industri pertahanan. Langkah itu ditempuh di tengah laporan bahwa NATO sepakat menggandakan kekuatan guna menghadapi krisis di Ukraina.
Sebagaimana dikatakan juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman, Jens Flosdorff, pihaknya akan membeli kembali 100 unit tank Leopard 2 dari industri pertahanan. Tank-tank tersebut selama ini disimpan di gudang dan tak pernah dipakai dalam pertempuran. Perangkat pertahanan itu dijual empat tahun lalu sebagai bagian dari pemangkasan anggaran militer setelah Perang Dingin.
Biaya yang akan dikeluarkan untuk membeli 100 tank tersebut mencapai 22 juta euro atau setara dengan Rp300,7 miliar. Dana itu amat mungkin belum mencakup biaya modernisasi tank yang akan dimulai pada 2017 mendatang.
Pembelian itu akan menambah jumlah tank yang dimiliki militer Jerman menjadi 328 unit.
yang sempat dijual ke industri pertahanan. Langkah itu ditempuh di tengah laporan bahwa NATO sepakat menggandakan kekuatan guna menghadapi krisis di Ukraina.
Sebagaimana dikatakan juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman, Jens Flosdorff, pihaknya akan membeli kembali 100 unit tank Leopard 2 dari industri pertahanan. Tank-tank tersebut selama ini disimpan di gudang dan tak pernah dipakai dalam pertempuran. Perangkat pertahanan itu dijual empat tahun lalu sebagai bagian dari pemangkasan anggaran militer setelah Perang Dingin.
Biaya yang akan dikeluarkan untuk membeli 100 tank tersebut mencapai 22 juta euro atau setara dengan Rp300,7 miliar. Dana itu amat mungkin belum mencakup biaya modernisasi tank yang akan dimulai pada 2017 mendatang.
Pembelian itu akan menambah jumlah tank yang dimiliki militer Jerman menjadi 328 unit.
Dengan penambahan tank, menurut Flosdorff yang mengonfirmasi laporan majalahDer Spiegel, Jerman harus bisa memastikan dapat memobilisasi pasukan ke lokasi yang tepat dan dalam waktu yang singkat.
Rencana Jerman mengemuka di tengah laporan bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hendak menciptakan unit pasukan reaksi cepat guna menghadapi krisis di Ukraina. Para menteri negara anggota NATO juga sepakat menggandakan jumlah pasukan.
Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa NATO akan merespons lebih jauh konflik di Ukraina yang juga melibatkan Rusia. (BBC)
Banyaknya konflik yang terjadi, di Ukraina, di Yaman dan Timur tengah lainnya menyebabkan negara-negara uni eropa ketar ketir. untungnya pemerintah jerman gak takut ambless

Sumber : Elshinta.com (elshinta.com)
Dikutip dari: http://adf.ly/1EOIjm


