Menpora dan PSSI Urung Bertemu Hari Ini
20/04/2015
JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, pada Senin (20/4/2015) ini, urung terwujud.
Seiring surat pembekuan PSSI pada Jumat (17/4/2015) lalu, anggota komite eksekutif, Tony Aprilani, akan memimpin delegasi PSSI untuk menemui dan berdiskusi dengan Menpora pada hari ini. Namun, Menpora ternyata sudah punya agenda lain.
"Sampai saat ini, Pak Menteri tidak ada agenda bertemu dengan PSSI. Beliau sedang sibuk dengan agenda Konferensi Asia Afrika," kata Gatot S. Dewa Broto, juru bicara sekaligus Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, seperti dilansir Antaranews.
Kendati pertemuan hari ini urung terjadi, Kemenpora selalu siap menerima undangan pertemuan dari PSSI. "Pintu selalu terbuka. Namun, kami juga punya kesibukan masing-masing dan sampai saat ini, memang tidak ada agenda pertemuan seperti disebutkan media," tambah Gatot.
Sumber : klik sini (bola.kompas.com)
Soal Sanksi PSSI, Komisi X DPR Akan Panggil Menpora dan BOPI
20/04/2015
MALANG, KOMPAS.com — Komisi X DPR RI akan segera memanggil pihak Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) soal kisruh sepak bola dan pemberian sanksi kepada PSSI. Menpora dan BOPI dinilai telah melampaui kewenangannya. Pemanggilan tersebut akan dilakukan pada Senin (20/4/2015).
"Komisi X DPR akan memanggil Menpora dan BOPI besok. Kami akan mempertanyakan dasar sanksi untuk PSSI dan mengapa pakta integritas yang telah ditandatangani antara Menpora, PSSI, dan Komisi X dilanggar," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI HM Ridwan Hisjam, di Kota Malang, Minggu (19/4/2015) malam.
20/04/2015
JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, pada Senin (20/4/2015) ini, urung terwujud.
Seiring surat pembekuan PSSI pada Jumat (17/4/2015) lalu, anggota komite eksekutif, Tony Aprilani, akan memimpin delegasi PSSI untuk menemui dan berdiskusi dengan Menpora pada hari ini. Namun, Menpora ternyata sudah punya agenda lain.
"Sampai saat ini, Pak Menteri tidak ada agenda bertemu dengan PSSI. Beliau sedang sibuk dengan agenda Konferensi Asia Afrika," kata Gatot S. Dewa Broto, juru bicara sekaligus Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, seperti dilansir Antaranews.
Kendati pertemuan hari ini urung terjadi, Kemenpora selalu siap menerima undangan pertemuan dari PSSI. "Pintu selalu terbuka. Namun, kami juga punya kesibukan masing-masing dan sampai saat ini, memang tidak ada agenda pertemuan seperti disebutkan media," tambah Gatot.
Sumber : klik sini (bola.kompas.com)
Soal Sanksi PSSI, Komisi X DPR Akan Panggil Menpora dan BOPI
20/04/2015
MALANG, KOMPAS.com — Komisi X DPR RI akan segera memanggil pihak Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) soal kisruh sepak bola dan pemberian sanksi kepada PSSI. Menpora dan BOPI dinilai telah melampaui kewenangannya. Pemanggilan tersebut akan dilakukan pada Senin (20/4/2015).
"Komisi X DPR akan memanggil Menpora dan BOPI besok. Kami akan mempertanyakan dasar sanksi untuk PSSI dan mengapa pakta integritas yang telah ditandatangani antara Menpora, PSSI, dan Komisi X dilanggar," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI HM Ridwan Hisjam, di Kota Malang, Minggu (19/4/2015) malam.
Menurut politisi Golkar itu, pakta integritas yang ditandatangani pada 26 Maret 2015 lalu itu, sudah jelas menyepakati bahwa ada 18 klub yang akan berlaga di ISL. "Namun, mengapa yang direkomendasikan BOPI dan Menpora ada 16 klub. Jelas BOPI mengingkari pakta integritas itu," lanjut dia.
Menurut Ridwan, pihaknya sebagai wakil rakyat, yang berangkat dari daerah pemilihan Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu), banyak mendapatkan protes dan dorongan dari warga Malang dan pencinta sepak bola pada umumnya di Indonesia. "Apalagi Arema dan Persebaya Surabaya tidak direkomendasi berlaga di Indonesia Super League 2015," katanya.
Melihat kekisruhan yang terjadi, antara Menpora, BOPI, dan PSSI, Ridwan mengaku sudah berkoordinasi dengan pimpinan Komisi VIII. "Sudah ada 10 fraksi yang diajak untuk bergabung untuk membicarakan kisruh itu. Senin besok, akan rapat soal sikap Menpora dan sanksi pada PSSI itu," ujarnya.
Adapun langkah yang pertama kali dilakukan pihak Komisi X DPR, kata Ridwan, adalah melakukan lobi atau kompromi dengan Menpora. "Apa yang pernah direkomendasikan DPR harus dilaksanakan. Kedua, sanksi untuk PSSI harus segera ditarik karena sanksi tak ada batasnya. Bisa sehari dan bisa selamanya," katanya.
Setelah itu, tambah Ridwan Hisjam, jika dalam rapat nantinya belum ada kesepakatan, akan diselesaikan Mei mendatang. Ditanya apakah akan membentuk panitia khusus, Ridwan mengaku belum ada rencana.
"Tidak ada. Kami upayakan bisa diselesaikan secara pendekatan persuasif. Karena, saya tahu betul siapa Imam Nahrawi. Kami sepakat, apa yang menjadi kebijakan pemerintahan harus didukung biar berjalan dengan baik. Mari kita selesaikan kisruh PSSI ini dengan baik," katanya.
Sumber : klik sini (bola.kompas.com)
=================================================
Apakah wakil rakyat komisi X akan satu suara dengan rakyat? benar2 drama tiada akhir.....
Dikutip dari: http://adf.ly/1FQEaL


