Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Kwartal I, PERTAMINA RUGI Rp.2,75 TRILIUN --> akan dibebankan ke Rakyat !!

Monday, April 20, 2015
Kerugian itu akan dibebankan kepada rakyat dengan berbagai cara.
HANURA minta Direktur Utamanya segera di Copot
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

RMOL. DPR akan menggulirkan Panitia Kerja (Panja) untuk membahas masalah kerugian Pertamina sebesar Rp 2,75 triliun selama Januari-Februari 2015. Kepemimpinan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto diragukan.

Anggota Komsi VII DPR bi­dang Energi Sumber Daya Min­eral, Achmad Fahrial merasa pri­hatin adanya kerugian triliunan di Pertamina. Ditambah, adanya rencana penghapusan premium yang dinilai akan menambah berat beban masyarakat.

"Awal tahun 2015 kok sudah merugi. Ini ada apa. Apa benar stok minyak 2014 penyebab kerugian tersebut, atau ada motif lain," tanya Fahrial

"Secara pribadi pak Dwi me­mang tidak cocok karena tidak memiliki latar belakang migas. Mengurus Pertamina berbeda dengan mengurus semen. Kalau biasanya ngurus yang kering-kering, tiba-tiba harus ngurus yang licin, khawatir bisa kepe­leset," kata Fahrial.

"Sangat sulit jika orang tak paham migas memimpin Per­tamina. Dikhawatirkan malah akan terus merugikan perseroan. Kalau memang merasa tidak sanggup silakan mengundurkan diri. Tapi kalau yakin bisa bawa Pertamina surplus dan makin maju, silakan diteruskan," kata Fahrial.

Anggota Komisi VII Inas Nasrullah dari Fraksi Hanura mengatakan, seharusnya Dwi se­bagai Direktur Utama Pertamina memiliki keberanian melakukan terobosan, khususnya mem­berantas mafia migas di tubuh perseroan.

"Permainan mafia saat penu­runan harga minyak dunia sehar­usnya bisa dicegah dan ketahui. Tapi karena tidak ada keberanian akhirnya jadi bulan-bulananan. Akibatnya, rugi di awal tahun," ka­ta Inas kepada Rakyat Merdeka.

Iapun menjelaskan, saat ini Komisi VII tengah menyiapkan Panitia Kerja (Panja) untuk membahas permasalahan yang ada di tubuh Pertamina. Ter­masuk adanya bahan bakar baru menggantikan premium.

"Kita sedang siapkan Panja. Kita ingin Pertamina tidak terus merugi dan tidak membebankan rakyat dengan kenaikan harga, khususnya BBM non subsidi," tegas dia.

Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean juga meminta agar direksi Pertamina menanggalkan jabatannya sebe­lum negara nantinya bakal ikut menanggung kerugian.

"Ini bentuk ketidakmampuan direksi mengurus Pertamina. Meski situasi sulit dan terjadi penurunan harga minyak dunia yang jadi alasan Pertamina mer­ugi, seharusnya direksi mampu merevitalisasi dan melakukan evisiensi agar tidak merugi," kata Ferdinand

Dwi, lanjut Ferdinand, juga be­lum mempunyai konsep yang ma­tang untuk memajukan perseroan. Ia khawatir, kerugian ini menjadi awal yang lebih buruk untuk nasib Pertamina ke depan.

"Kinerja direksi baru menu­run, karena memang tidak punya konsep jelas bagaimana mem­bangun Pertamina ke depan. Bahkan untuk sekedar memper­tahankan kinerja yang lalu pun tidak mampu. Padahal, beban subsidi yang harus ditanggung periode lalu, jauh lebih besar dari yang harus ditanggung peri­ode sekarang, tapi buktinya bisa bertahan. Kok sekarang malah gak bisa," ketus Ferdinand.

Menanggapi itu, Direktur Uta­ma Pertamina Dwi Soetjipto me­nyatakan, pihaknya siap memper­tanggungjawabkan kerugian yang ada. Iapun mengaku, siap jika sewaktu-waktu dicopot dari posisinya sebagai Dirut Pertamina.

"Ya nggak apa-apa. Kalau kita sudah berani ditunjuk harus be­rani dicopot," tantang Dwi.


sumur bor:  (ekbis.rmol.co)

ini wajah Dirutnya, bekas ngurusin semen sekarang ngurusin minyak :

Kwartal I, PERTAMINA RUGI Rp.2,75 TRILIUN -->  akan dibebankan ke Rakyat !!


Dikutip dari: http://adf.ly/1FPmaP
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive