
Para aktivis anti-Putin, melalui sosial media, menuntut pemerintah Belanda mengusir anak perempuan Putin, Maria Putin, 28 tahun, dari Belanda. Seperti diberitakan Daily Mail, Kamis, 24 Juli 2014, diam-diam mereka mengendus anak perempuan mantan intelijen Rusia itu tinggal di satu apartemen di kawasan Den Haag, Belanda, bersama kekasihnya yang warga Belanda, Jorrit Faassen, 34 tahun.
Seorang pemilik akun Twitter mencuit tentang alamat rumah Maria di Belanda. "Dear warga Belanda! Jika kamu ingin berkunjung ke rumah anak Putin, (ini), alamatnya."
Cuitan berikutnya dari seorang pemilik akun Twitter mengajak warga Belanda menyampaikan dukanya dengan menemui Maria dan pacarnya. "Warga Belanda dapat menyampaikan perasaannya mengenai #MH17. Tanyalah Maria Putin (Faassen).
Desakan Maria dideportasi juga disuarakan Wali Kota Hilversum Pieter Broertjes dalam satu wawancara radio. Meski belakangan sang wali kota meminta maaf atas pernyataannya yang dianggapnya tidak bijak dan datang dari perasaan tak berdaya.
Amarah warga Belanda membuncah kepada Putin karena ada dugaan milisi pro-Rusia di wilayah timur Ukraina yang menembakkan rudalnya ke arah MH17. Dalam tragedi itu, seluruh penumpang dan awaknya yang berjumlah 298 orang tewas. Korban tewas terbanyak adalah warga Belanda.
Jumlah warga Belanda yang tewas saat MH17 jatuh lebih dari 150 orang. Dan, sembilan diantaranya berasal dari Den Haag, tetangga berdekatan rumah dengan Maria Putin.
Selama tinggal di Belanda, Maria dikawal ketat oleh aparat Rusia yang dipercaya oleh Putin. Untuk menjaga keselamatan putri tercintanya, Putin melarang ada foto anaknya beredar di publik bahkan dia menggunakan nama samaran untuk putri kesayangannya. Pacarnya, Faassen, merupakan eksekutif di satu perusahaan konsultan Rusia.
Sumber


