TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ahmad Dhani rupanya sudah terbiasa menjadi sasaran bully di berbagai media sosial. Bukan hanya satu kali atau dua kali. Tapi sudah sering terjadi. Baginya hal itu sama sekali bukan masalah.
"Saya sudah biasa, banyak yang ingin membunuh karakter saya. Tapi, saya enggak mati-mati tuh karakternya," ucapnya, Kamis, (24/7/2014), ditemui di Dewan Pers.
Namun, bos Republik Cinta Management (RCM) itu, kasihan dengan adik dan ibunya. Pun dengan anak-anaknya. Mereka, menurut Dhani, merasa sakit hati karena dirinya di-bully di media sosial.
Salah satunya soal tweet palsu berisi nazar potong kelamin apabila Jokowi bisa menang dari Prabowo dalam Pilpres 2014. Dan kicauan palsu itu, kemudian jadi sumber berita di beberapa media massa yang dilaporkannya. "Saya sih enggak terasa, tapi adik saya, ibu saya kan sakit (hati)," ucapnya.
Ia sendiri menganggap mentalnya semakin kuat karena mendapat perlakuan seperti itu. Ia bahkan santai menghadapinya. "Tapi pers akan berbahaya kalau ini dibiarkan," ucapnya.
http://www.tribunnews.com/seleb/2014...i-korban-bully
wuiih revolusi mental udah dilakukan ama Dhani nih, kuat menghadapi bully



