
Empat penambang emas yang tertimbun di lubang galian di Kampung Cikahurip, Desa Pasirmukti, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ditemukan dalam kondisi tewas, Rabu siang, 23 Juli 2014. Para korban berhasil dievakuasi ke permukaan tanah oleh tim yang mayoritasnya adalah rekan para korban sesama penambang emas.
"Pukul 11.00 beres dievakuasi," kata Kepala Kepolisian Sektor Cineam Ajun Komisaris Suharto saat ditemui di lokasi kejadian. Jenazah keempat korban, yakni Nunu, 37 tahun, Ayut (40), Ijen (42), dan Tatam (35), langsung dibawa ke rumah masing-masing untuk dimakamkan.
Menurut Suharto, pihak keluarga sudah menerima atas meninggalnya korban dan menganggap hal ini sebagai musibah. Selasa, 22 Juli 2014, delapan orang menambang emas di sebuah lubang galian. Namun nahas, saat berada di dalam lubang, tiba-tiba datang air bah.
"Empat penambang terhempas ke bibir lubang, selamat. Sedangkan empat korban terhempas ke dasar lubang dan tertimbun tanah," kata Uman, saksi mata.
Datangnya air bah, Uman menduga, berasal dari lubang galian yang berada di atas lubang galian tempat keempat korban tewas. Lubang galian tersebut kebetulan sudah tidak terpakai dan dipenuhi air. "Mungkin, saat menggali, korban tidak sengaja menyentuh dinding lubang yang tidak terpakai, sehingga air di lubang itu masuk ke dalam lubang yang berisi para korban," tuturnya.
SUMBER
tanggapannya agan dan mbaknya gimana nih ?
ya namanya musibah kan ga ada yg tau juga ya ga


