
Pada semester ini, investasi asing tercatat Rp 150 triliun atau 67,3 persen. Sedangkan investasi domestik hanya Rp 72,8 triliun atau 32,7 persen. "Meski kalah secara jumlah, pertumbuhan investasi domestik lebih besar daripada asing, yaitu 20,2 persen. Sedangkan asing tumbuh 13,5 persen," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Mahendra Siregar di kantornya, Kamis, 24 Juli 2014.
Negara yang paling besar berinvestasi di Indonesia adalah Singapura dengan investasi US$ 3,4 miliar atau 23, 8 persen dari seluruh investasi asing yang masuk. Disusul Jepang yang berinvestasi US$ 1,5 miliar atau 10,8 persen. Selanjutnya, Malaysia yang menginvestasikan US$ 717,35 juta atau 5,0 persen. Amerika Serikat menduduki posisi keempat dengan investasi US$ 663,13 juta atau 4,6 persen. Terakhir, Korea Selatan yang menanamkan US$ 654,75 juta atau 4,6 persen. Sisanya ditempati negara-negara lain dengan total investasi US$ 7,3 miliar atau 51,2 persen dari total investasi asing.
Menurut Mahendra, tren sektor yang diminati asing adalah industri pengolahan atau manufaktur sebesar US$ 6,7 miliar atau 47,0 persen. Disusul sektor jasa US$ 3,6 miliar atau 25,4 persen. Selanjutnya, sektor pertambangan sebesar US$ 2,7 miliar atau 19,2 persen.
Di posisi berikutnya adalah sektor tanaman pangan dan perkebunan dengan nilai investasi US$ 1,1 miliar atau 8,0 persen. Lalu, sektor perikanan yang menarik investasi US$ 0,03 miliar atau 0,2 persen. "Paling kecil, berturut ditempati sektor kehutanan US$ 0,02 miliar atau 0,1 persen dan peternakan dengan investasi US$ 0,1 miliar atau setara 0,1 persen," kata Mahendra.
Sumber


