SITUS BERITA TERBARU

Rokok Elektrik Beredar Bebas di Indonesia?

Friday, October 31, 2014
ROKOK elektrik adalah salah satu bentuk rokok yang sedang diperangi. Salah satunya dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), dalam kampanye untuk membebaskan masyarakat dari epidemi tembakau.

Belakangan ini, WHO bahkan telah memperketat peredarannya. Beberapa negara mulai menyiapkan aturan hukum terkait rokok elektrik ini. Untuk memastikan kualitas dan keamanannya, mulai tahun 2016, Inggris akan memasukkan rokok elektrik ke dalam kategori produk obat, karena mengandung nikotin. Sementara, Brasil, Norwegia, dan Singapura telah mengeluarkan larangan total

Melihat respons negara lain di dunia yang begitu cepat terhadap penemuan rokok elektrik ini, Indonesia masih terbilang tertinggal. Hal ini disampaikan oleh Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP (K) , MARS, DTM&H, DTCE., Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan.

"Rokok elektrik di Indonesia saat ini masih masuk ke Indonesia sebagai komoditi perdangangan alat elektronik lainnya, bukan sebagai rokok atau pun obat-obatan. Dengan ini, rokok elektrik hanya memiliki izin dari Kementerian Perdagangan tanpa izin edar dari BPOM, serta bebas dari cukai," tuturnya dalam pesan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (30/10/2014).

Pada awalnya, rokok elektronik dipasarkan sebagai alternatif pengganti merokok tembakau dengan mekanisme kerja sebagai alat yang menguapkan cairan nikotin dalam cartridge. Cairan nikotin ini hanya mengandung nikotin, propilen glikol, penyedap (untuk mensimulasikan rasa tembakau), dan air.

Sampai saat ini keamanan rokok elektrik belum terbukti secara ilmiah, karena maraknya produk yang beredar dengan kandungan beragam. Namun, oleh sejumlah penelitian, bisa dipastikan rokok elektrik dapat menimbulkan ketagihan, keracunan, dan penyakit pada sistem pernapasan.

Yang lebih menghawatirkan adalah rokok elektrik dapat dianggap atau dipersepsikan lebih aman dibandingkan rokok konvensional karena tidak menghasilkan asap hasil pembakaran tembakau dalam rokok.


Sumber: http://lifestyle.okezone.com/read/20...s-di-indonesia

"Mendamaikan diri melalui iming-iming sugesti?"

Link: http://adf.ly/tbTAN
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive