Liputan6.com, Kuala Lumpur -
Chief executive officer (CEO) bidang subsidiary Firefly Malaysia Airlines Ignatius Ong Ming Choy mengatakan, perusahaan telekomunikasi yang diberi wewenang oleh pihaknya telah mengidentifikasi nomor tersebut.
Anggota keluarga salah satu korban sebelum mengaku mendapat panggilan telepon genggam yang ia duga berasal dari penumpang pesawat yang raib. Mereka memohon aparat untuk melacak sinyal tersebut, sebelum batere ponsel habis.
Pada buletin berita televisi Beijing, seorang pria menunjukkan panggilan telepon yang masuk ke ponsel salah seorang penumpang Malaysia Airlines. Demikian dilaporkan The Sunday Times. Panggilan telepon terhubung, namun tak seorang pun menjawab. 3 Kali pria itu menghubungi kakaknya, tak ada yang merespons.
Keluarga penumpang tersebut kemudian menyerahkan nomor misterius tersebut kepada Ong dalam pertemuan antara otoritas Malaysia dan pihak MAS dengan keluarga penumpang di sebuah hotel di Beijing, China.
Memasuki hari ketujuh pencarian, pesawat Malaysia Airlines belum ditemukan. Upaya pencarian diperluas ke Samudera Hindia di sebelah barat dari Selat Malaka. Angkatan Laut AS mengerahkan kapal ke Samudera Hindia setelah ada laporan sinyal pesawat terdeteksi oleh satelit bergerak ke arah barat.
"Fokus upaya pencarian bergeser dari Laut China Selatan setelah Gedung Putih mengatakan informasi baru, menunjukkan pesawat itu mungkin telah turun ke arah barat di Samudera Hindia," demikian pernyataan AS yang dimuat Channel News Asia. (Shinta Sinaga)
Sumber:
http://news.liputan6.com/read/202276...enumpang-mh370
Wow.....dapat telp dari salah seorang penumung MH370, posisi sudah ada di Amerika..... makin membingunkan dan mencurigakan...ada apa gerangan...






Smoga cepat ketemu......


