
Minggu, 16/03/2014 14:18 WIB
ERWIN DARIYANTO - detikNews
Jakarta - Delapan hari sudah pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 hilang. Namun hingga kini belum ada satu pun titik terang keberadaan pesawat yang membawa 239 penumpang tersebut. Sabtu (15/3) kemarin, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak memberi pernyataan yang cukup mengejutkan soal insiden hilangnya pesawat jenis Boeing 777-200ER ini.
Menurut Najib hilangnya pesawat tersebut dari layar radar sipil merupakan aksi kesengajaan yang dilakukan seseorang di dalam pesawat alias dibajak. "Kemungkinan pembajakan masih ditelusuri, sebagaimana berbagai kemungkinan lainnya juga masih diselidiki," kata dia saat konferensi pers yang digelar di Hotel Sama Sama, Kuala Lumpur, Sabtu (15/3/2014) kemarin.
Lalu siapa yang membajak MH370?
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap misteri raibnya pesawat MH370. Termasuk kemungkinan pembajakan ini mirip dengan aksi terorisme dalam tragedi 9/11 di New York Amerika Serikat.
Media online Telegraph edisi Sabtu (15/3) mengutip pengakuan salah seorang
Tokoh al-Qaeda tersebut mengaku
�Aksi (pembajakan) ini sangat spektakuler, dan membutuhkan waktu yang lama untuk merencanakannya,� kata seorang ahli pertahanan dan keamanan yang menolak disebutkan namanya seperti dikutip detikcom dari Telegraph, Minggu (16/3).
Keterangan
Namun pejabat tersebut mengatakan, belum diketahui motif pembajakan ini. Juga belum jelas ke mana pesawat tersebut dibawa oleh pembajak.
"(Pembajakan) itu konklusif," kata pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu seperti dilansir The Star, Sabtu (15/3/2014) kemarin.
Kemungkinan MH370 dibajak bukan lagi sekadar teori, melainkan telah menjadi kesimpulan para penyelidik. "Kemungkinan pembajakan masih ditelusuri, sebagaimana berbagai kemungkinan lainnya juga masih diselidiki," kata Najib.
SUMBER
=======

Minggu, 16/03/2014 16:00 WIB
Rachmadin Ismail - detikNews

New York - Belum ada yang tahu secara pasti nasib terkini pesawat Malaysia Airlines MH370. Semua kemungkinan, mulai dari pembajakan, jatuh ke laut, hingga situasi penyanderaan masih dimungkinkan. Bagaimana bila pesawat itu sengaja didaratkan?
Situs radio WNYC membuat peta dan kemungkinan titik-titik lokasi pendaratan pesawat. Lokasi itu mengacu pada peta yang digambarkan oleh otoritas Malaysia dan panjang landasan yang dimungkinkan untuk pendaratan pesawat Boeing 777-200ER.
Menurut situs tersebut, pesawat yang hilang bisa mendarat di 634 landasan yang tersebar di 26 negara berbeda.
"Pesawat Boeing 777 membutuhkan landasan sepanjang 5.000 kaki. Berdasarkan data Wall Street Journal, pesawat itu kemungkinan melanjutkan perjalanan sejauh 2.200 mil laut dari posisi terakhir," demikian penjelasan situs tersebut.
"Tim WYNC menemukan 634 landasan yang cocok dengan kriteria di atas, termasuk tempat yang jauh seperti Bandara Gan di Maladewa, Dalanzadgad di Mongolia, Yap di Micronesia dan Miyazaki di Jepang," sambungnya.
Media Inggris, Mirror, mencatat kemungkinan pesawat itu bisa saja mendarat atau jatuh dari Pakistan hingga barat Australia.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak menyampaikan, ada dua koridor baru yang terbaca dari radar militer mengenai pergerakan pesawat.
"Koridor utara yang bergerak dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan menuju Thailand utara, atau koridor selatan yang bergerak dari Indonesia menuju Samudera Hindia bagian selatan," papar Najib dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Sama Sama, Kuala Lumpur.
========

Minggu, 16/03/2014 15:18 WIB

Islamabad - Dugaan adanya pembajakan membuat banyak orang berspekulasi soal kemungkinan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 disembunyikan di sebuah tempat, salah satunya kawasan Pakistan. Benarkah?
"Itu salah, pesawat tak pernah mengarah ke Pakistan," kata staf khusus perdana menteri Pakistan bidang penerbangan, Shujaat Azeem kepada Dawn.com, Minggu (16/3/2014).
Spekulasi ini dimunculkan oleh sejumlah media di Amerika Serikat dan Eropa. Mereka menduga, pesawat itu disembunyikan di suatu tempat. Ada yang menuding, Malaysia saat ini tengah bernegosiasi dengan para peneror. Namun lagi-lagi hal itu dibantah pihak Pakistan.
"Radar penerbangan sipil Pakistan tidak pernah mendeteksi jet tersebut, jadi bagaimana bisa disembunyikan di Pakistan?" tambahnya.
Meski begitu, negara yang pernah menjadi tempat persembunyian pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden itu akan tetap membantu Malaysia dalam mencari pesawat. Hingga kini belum ada pihak yang mengontak Pakistan untuk mengetahui keberadaan pesawat tersebut.
Rachmadin Ismail - detikNews
sumber
Minggu, 16 Maret 2014 16:01 wib | Ade Hapsari Lestarini - Okezone

Pilot Malaysia Airlines, Zaharie Ahmad Shah. (Foto: Facebook/Straits Times)
LONDON - Dalam sebuah perkembangan penyelidikan,
Demikian seperti diungkapkan Sunday Mirror, Minggu (16/3/2014). Penemuan ini ketika polisi menggerebek rumah sang pilot di pinggiran kota Kuala Lumpur pada Sabtu, 15 Maret 2014.
Para polisi pun menghabiskan waktu dua jam untuk menggeledah properti milik Zaharie Ahmad Shah dan pergi dari rumah itu dengan membawa tas kecil yang diyakini tersimpan barang bukti.
Selain itu, polisi juga menemukan bahwa pilot yang berpengalaman dan telah bekerja untuk Malaysia Airlines sejak 1981 itu telah membangun sebuah simulator Boeing 777 di dalam rumahnya.
Sekadar informasi, Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak menegaskan pesawat Boeing 777 sengaja dialihkan rutenya dari yang direncanakan semula dari Kuala Lumpur dan Beijing.
Penyidik mengatakan bahwa pesawat sempat terlacak dari pengiriman lokasi kepada pengendali lalu lintas udara. Pesawat pun dinilai bisa terbang selama tujuh jam setelah menghilang dari radar di atas Laut China Selatan. (ade)
sumber
Kini area coverage pencarian justru makin melebar kemana-mana.
Kalau sampai ada bom disembuntikan di sol sepatu oleh pembajak, dan bisa lolos di pemeriksaan bandara, berarti dunia penerbangan makin berbahaya.
Belum lagi faktor indikasi adanya keterlibatan pilot MAS Zaharie Ahmad Syah, dg temuan terakhir bahwa istri dan anaknya pindah rumah sehari sebelum pesawat hilang.


