VIVAnews - Memasuki masa kampanye terbuka yang dimulai Minggu 16 Maret 2014 hingga 5 April 2014, ternyata mendongkrak tingkat hunian hotel berbintang di Yogyakarta.
Sudah banyak hotel berbintang yang telah dipesan oleh partai politik untuk tempat menginap bagi para pimpinannya yang akan melakukan kampanye terbuka di Yogyakarta.
"Pengurus parpol sudah memesan hotel sejak dua minggu sebelum pelaksanaan kampanye terbuka berlangsung. Namun, sayangnya, mereka hanya memesan hotel berbintang, sedangkan hotel non bintang masih sepi tamu," kata Deddy Pranowo Eryono, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, kepada VIVAnews, Minggu 16 Maret 2014.
Menurut dia, pesanan kamar hotel berbintang juga mendongkrak jumlah kamar hotel yang terjual di saat masalow seasonseperti saat ini. Biasanya, cuma mengandalkan kedatangan tamu dari wisatawan domestik.
"Saat ini, tingkat hunian hotel berbintang mencapai 60 persen hingga 80 persen, sedangkan hotel non bintang hanya sekitar 30 persen tingkat huniannya," kata dia.
"Kami berharap kampanye terbuka ini tetap berjalan aman, kondusif, dan tidak ada gesekan antar parpol ataupun simpatisan parpol," imbuhnya.
Masa kampanye terbuka ini juga menjadi berkah tersendiri bagi pemilik rental. "Semua persediaan mobil sudah banyak disewa partai atau caleg dan konsumen biasa," kata Harjono, salah satu pemilik rental mobil di Kabupaten Gunung kidul.
Meski mobil rental banyak keluar disewa caleg atau parpol, Harjono mengaku tak menaikkan tarif sewa mobil agar pelanggan tak kecewa. Karena, banyak pengurus parpol atau caleg yang menyewa adalah rekanan sendiri.
"Masih normal harga sewa mobil. Untuk kelaslowMPV seperti Avanza, Xenia, Ertiga masih dengan harga Rp350.000 per 24 jam atau jika ingin kontrak 1 bulan dengan biaya Rp3.500.000," kata dia. (art)
© VIVA.co.id
Raup Untung Musim Kampanye
Sudah banyak hotel berbintang yang telah dipesan oleh partai politik untuk tempat menginap bagi para pimpinannya yang akan melakukan kampanye terbuka di Yogyakarta.
"Pengurus parpol sudah memesan hotel sejak dua minggu sebelum pelaksanaan kampanye terbuka berlangsung. Namun, sayangnya, mereka hanya memesan hotel berbintang, sedangkan hotel non bintang masih sepi tamu," kata Deddy Pranowo Eryono, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, kepada VIVAnews, Minggu 16 Maret 2014.
Menurut dia, pesanan kamar hotel berbintang juga mendongkrak jumlah kamar hotel yang terjual di saat masalow seasonseperti saat ini. Biasanya, cuma mengandalkan kedatangan tamu dari wisatawan domestik.
"Saat ini, tingkat hunian hotel berbintang mencapai 60 persen hingga 80 persen, sedangkan hotel non bintang hanya sekitar 30 persen tingkat huniannya," kata dia.
"Kami berharap kampanye terbuka ini tetap berjalan aman, kondusif, dan tidak ada gesekan antar parpol ataupun simpatisan parpol," imbuhnya.
Masa kampanye terbuka ini juga menjadi berkah tersendiri bagi pemilik rental. "Semua persediaan mobil sudah banyak disewa partai atau caleg dan konsumen biasa," kata Harjono, salah satu pemilik rental mobil di Kabupaten Gunung kidul.
Meski mobil rental banyak keluar disewa caleg atau parpol, Harjono mengaku tak menaikkan tarif sewa mobil agar pelanggan tak kecewa. Karena, banyak pengurus parpol atau caleg yang menyewa adalah rekanan sendiri.
"Masih normal harga sewa mobil. Untuk kelaslowMPV seperti Avanza, Xenia, Ertiga masih dengan harga Rp350.000 per 24 jam atau jika ingin kontrak 1 bulan dengan biaya Rp3.500.000," kata dia. (art)
© VIVA.co.id
Merdeka.com - Bagi Diana Sastra, pesta demokrasi lima tahunan menjadi salah satu yang melambungkan namanya di dunia musik dangdut pantai utara Jawa Barat. Mulai dengan menjadi artis pendukung saat kampanye Golkar1997 dengan bayaran Rp 35 ribu sekali pentas, kini telah memiliki grup dangdut dengan belasan artis pendukung siap memanaskan panggung kampanye.
Saya sendiri matok harga saat ini Rp 6 juta untuk pribadi. Kalau untuk grup Rp 25 jutaan seperti manggung di hajatan, tapi itu nanti akan disesuaikan kondisi lapangan, kata Diana saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat pekan lalu. Dia mencontohkan bayaran tampil di Subang berbeda dengan di Cirebon.
Dia mengaku keuntungan goyang di panggung politik bukan hanya sekadar materi. Dengan massa hingga ribuan, popularitasnya dan grupnya meroket. Namun dia menilai kampanye sekarang berbeda dengan masa lalu. Orang baru mau datang ke lokasi kampanye kalau dibayar.
Barangkali uang hasil pentas di acara pernikahan bisa lebih besar ketimbang saat kampanye. Tapi, dia menyebut, lagu Dahlan Style bikinannya kian populer lantaran menjadi lagu wajib saban kali Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskanbersenam pagi.
Hanya saja tahun ini dia mengaku belum mendapat order manggung dari partai atau calon anggota legislatif. "Mungkin karena telah manggung untuk Dahlan, yang lain belum mengontak, katanya. Berbeda dengan artis pendukung, masih banyak pesanan manggung.
Artis sekaligus pencipta lagu dangdut asal Jawa Barat, Abun, mengaku lima tahun lalu, saat musim kampanye dimulai, pendapatan grup dan artis dangdut lokal meningkat. Harga artis dangdut yang belum tenar saat manggung di hajatan atau konser kecil hanya Rp 250 ribu. Ketika kampanye akan melonjak jadi Rp 1 juta. Begitupun grup dangdut harganya bisa naik tiga kali lipat, rata-rata di Jawa Barat saat ini Rp 10 jutaan, ujarnya.
Naiknya harga, lanjut Abun, karena ada risiko harus ditanggung. Biasanya kalau sudah manggung buat partai A, partai lain tidak bakal menggunakan saja mereka.
Dia mengungkapkan awal tahun ini permintaan manggung masih sangat sepi karena kampanye terbuka belum digelar. Order hanya datang dari calon anggota legislatif untuk sosialisasi secara terbatas. Itupun hanya organ tunggal dengan satu dua artis, katanya.
Abun menjelaskan di Jawa Barat saat ini ada lebih dari 1.500 grup musik dangdut dengan jumlah artis ribuan orang. Saat manggung dalam kampanye suatu partai, artis mau tidak mau harus menyisipkan visi dan misi atau mengajak massa mencoblos partai mengontrak artis itu. "Tapi bukan di dapur rekaman, hanya di panggung saja dengan mengubah syairnya sedikit, kata Abun belum lama ini mempopulerkan lagu dangdut korupsi.
Sumber
Namanya juga Pesta pastilah perputaran uang bgitu deras..


