TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Presiden Indonesia 1998 � 1999 mengaku pernah mengusir Amien Rais karena mendesak dia untuk mempecepat pelaksanaan Pemilu. Saat itu Amien Rais mendatangi rumah Habibie.
Saat itu, BJ Habibie naik menjadi presiden menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.
"Dia menuntut dalam waktu sesingkat-singkatnya, tiga bulan, saya harus adalah Pemilu. Saya bilang No. Saya presidennya. Keluar, " kenang BJ Habibie saat memberikan pidato di Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Habibie beralasan saat itu Indonesia belum siap menggelar Pemilu karena elemen demokrasi belum terbentuk. Misalnya saja partai politik yang saat itu hanya satu.
"Kalau saya melaksanakan Pemilu, belum ada partai-partai lain. Tokoh-tokoh muda belum menonjol. Yang menonjol hanya Habibie yang tua. Nggak fair," jelas Habibie yang pernah menjabat Menteri Riset dan Teknologi di era Pemerintahan Soeharto.
Habibie bersikeras untuk tidak mempercepat Pemilu karena masa depan Indonesia ada pada generasi muda. Yang muda harus lebih maju dibandingkan dengan generasi Habibie.
"Kalau tidak, saya malu sebagai orang tua. Berarti saya tidak berhasil. Karena itu saya bilang tidak mau (Pemilu dipercepat)," tegas Habibie.
Untuk itu, Habibe pun meminta MPR melaksanakan Sidang Istimewa untuk mengubah ketetapan MPR pada November 1998. Partai politik pun bermunculan, tahanan politik dibebaskan dan sejumlah kebijakan lainnya.
Pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik.
Sumber:http://id.berita.yahoo.com/minta-pemilu-dipercepat-habibie-pernah-usir-amien-rais-090038884.html
Klo cuma ada satu partai mana bisa ngadain pemilu.. Klo dipaksain tu jadi kayak Korut yg pemilu tp pilihan nya cuma si Chubby




