Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Harga Minyak Dunia Turun, Harga BBM di Indonesia Malah Naik

Tuesday, March 3, 2015
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak dunia turun 1 persen, Senin (2/3), setelah sebelumnya sempat naik untuk kali pertama sejak Juni 2014. Sementara harga bahan bakar minyak (BBM) justru naik mulai Minggu (1/3) kemarin.

Penurunan ini, seperti dilansir oleh kantor berita Reuters, terjadi akibat berlanjutnya pelemahan sektor manufaktur Tiongkok dan tingginya produksi Libya.

Bank sentral Tiongkok melakukan pemotongan suku bunga acuan, sehari sebelum merilis data resmi yang menunjukkan terjadinya penurunan aktivitas manufaktur untuk Februari.

Minyak Brent LCOc1 turun 52 sen ke angka US$ 62.06 per barel, setelah sebelumnya sempat naik 18 persen pada Februari, yang terbesar sejak Mei 2009. Sedangkan minyak Amerika Serikat CLc1 turun 49 sen ke US$ 49,27 per barel, setelah sebelumnya naik 3 persen pada Februari.

Penurunan harga minyak dunia ini mengikuti naiknya produksi minyak Libya ke angka lebih dari 400.000 barel per hari (bpd). Menteri Perminyakan Irak Adel Abdel Mehdi, pada Minggu (1/3) kemarin, meyakini harga minyak dunia akan rebounding secara berkala dan dia yakin angkanya akan mencapai US$ 65 per barel. (Baca: Menteri Irak Ramalkan Harga Minyak Naik ke US$ 65 per Barel)

Sementara di tanah air, harga bahan bakar justru sedang di jalur naik. Harga BBM Premium di luar Jawa-Madura-Bali yang sebelumnya Rp 6.600 per liter naik menjadi Rp 6.800 per liter. (Baca: Besok, Harga Premium Naik Rp 200 Jadi Rp 6.800 Per Liter)

Begitu juga harga Pertamax, naik Rp 200 per liter. Mulai Minggu (1/3) harga Pertamax menjadi Rp 8.250 per liter. Sebelumnya harga Pertamax adalah Rp 8.050 per liter.

Pemerintah menyatakan penyesuaian harga BBM dilakukan untuk menjaga kestabilan sosial ekonomi pengelolaan harga dan logistik. Selain itu, fluktuasi harga minyak dunia yang masih terjadi juga menjadi pertimbangan.

sumber 

kok bisa turun terus

Pasokan Berlimpah, Harga MInyak Dunia Jatuh

New York - Harga minyak dunia turun pada Selasa (3/3) pagi di tengah kekhawatiran baru melimpahnya pasokan global, dengan kontrak acuan Eropa jatuh sangat keras menyusul lonjakan akhir pekan lalu.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, merosot 17 sen menjadi ditutup pada US$ 49,59 per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April turun tajam US$ 3,04 menjadi US$ 59,54 per barel di London.

Tim Evans, analis energi pada Citi Futures, mengutip sebuah "pemulihan sebagian" dalam produksi minyak mentah Libya sebagai penyeret penurunan harga energi.

Evans mengatakan pasar AS melihat beberapa kenaikan permintaan dari beroperasinya kembali pelayanan kilang-kilang yang berada di bawah pemeliharaan.

"Namun demikian, secara neto, karena sebagian besar sektor minyak bumi menunjukkan kerugian, nada keseluruhan defensif," kata Evans.

Penurunan Brent terjadi setelah kontrak Eropa naik kuat kuat US$ 2,53 per barel pada Jumat (27/2). Beberapa analis melihat kemunduran pada Senin sebagai bukti aksi ambil untung.

"Persediaan minyak mentah terus tetap pada tingkat yang cukup tinggi menyusul penumpukan berkelanjutan stok minyak mentah pekan lalu," kata Myrto Sokou, seorang analis di pialang minyak Sucden.

Para analis juga mencatat bahwa WTI telah lebih prima untuk memulihkan beberapa kerugiannya dibandingkan dengan Brent, setelah kesenjangan antara Brent dan WTI pekan lalu melebar menjadi lebih dari 12 dolar AS, lebih dari dua kali lipat tingkat sebelumnya pada Februari.

Pasokan minyak dari Amerika Serikat dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terus meningkat. Untuk pekan yang berakhir 20 Februari, produksi minyak mentah AS mencapai 9,285 juta barel per hari, tingkat tertinggi sejak 1983, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), unit statistik Departemen Energi AS.

Stok minyak mentah AS meningkat 8,4 juta barel menjadi 434,1 juta barel, 71,7 juta barel lebih dari setahun sebelumnya dalam minggu itu.

OPEC memutuskan untuk mempertahankan kuota produksi kolektif pada 30 juta barel per hari pada pertemuan 27 November tahun lalu di Wina.

Tidak ada tanda-tanda bahwa para produsen akan menurunkan produksinya dalam menanggapi kemerosotan harga. OPEC meningkatkan produksi menjadi 30,6 juta barel per hari pada Februari, menurut survei Bloomberg. Produksi minyak mentah Arab Saudi bertambah 130.000 barel menjadi 9,85 juta barel per hari.

Harga minyak mentah juga turun karena dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya pada Senin. Sebuah penguatan greenback membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih mahal dan kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

sumber 

Dikutip dari: http://adf.ly/16FbJu
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive