Petugas sempat mengeluarkan tembakan ke arah mobil Serda IR.

Description : Mobil Serda IR yang disita BNN Sumsel setelah ditembak tiga peluru.
VIVAnews - Serda IR, anggota TNI yang bertugas di Kodam II Sriwijaya kabur dari kejaran Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan ketika sedang bertransaksi sabu-sabu di Palembang, Jumat 31 Oktober 2014.
Saat itu BNN Sumsel mendapatkan informasi adanya transaksi narkoba di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Pasar Cinde, Palembang. Petugas pun langsung bergerak ke lokasi.
Namun, Serda IR yang saat itu bersama dua rekan sipil bernama Novi (DPO) dan Guntur, keduanya Warga Ilir Timur I Palembang, mengetahui penggerebekan. Aksi kejar-kejaran pun terjadi.
Sontak saja, Serda IR yang mengemudikan mobil Kijang Innova silver BG 1093 ZC langsung kabur. Petugas BNN melontarkan dua tembakan peringatan. Tetapi Serda IR tetap tancap gas. Mobilnya pun terhenti setelah tiga peluru ditembakkan di roda depan dan belakang mobil.
Melihat mobil yang dikemudikan tak bisa jalan, Serda IR pun turun dan menodongkan senjata api revolver kepada anggota BNN sembari menyebutkan anggota TNI.

Description : Mobil Serda IR yang disita BNN Sumsel setelah ditembak tiga peluru.
VIVAnews - Serda IR, anggota TNI yang bertugas di Kodam II Sriwijaya kabur dari kejaran Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan ketika sedang bertransaksi sabu-sabu di Palembang, Jumat 31 Oktober 2014.
Saat itu BNN Sumsel mendapatkan informasi adanya transaksi narkoba di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Pasar Cinde, Palembang. Petugas pun langsung bergerak ke lokasi.
Namun, Serda IR yang saat itu bersama dua rekan sipil bernama Novi (DPO) dan Guntur, keduanya Warga Ilir Timur I Palembang, mengetahui penggerebekan. Aksi kejar-kejaran pun terjadi.
Sontak saja, Serda IR yang mengemudikan mobil Kijang Innova silver BG 1093 ZC langsung kabur. Petugas BNN melontarkan dua tembakan peringatan. Tetapi Serda IR tetap tancap gas. Mobilnya pun terhenti setelah tiga peluru ditembakkan di roda depan dan belakang mobil.
Melihat mobil yang dikemudikan tak bisa jalan, Serda IR pun turun dan menodongkan senjata api revolver kepada anggota BNN sembari menyebutkan anggota TNI.
"Kami mundur, kehabisan peluru," kata Penyidik, Penindakan, dan Pengejaran BNN Sumsel Kompol Tri Martono yang memipin operasi tersebut.
Tak sampai di situ, Serda IR yang lari masih tetap dikejar. Namun, setelah berlari 100 meter satu mobil Kijang hijau yang diduga mobil dinas TNI langsung menghampiri Serda IR, sehingga dia pun kabur.
Guntur, satu tersangka yang di dalam mobil Serda IR langsung ditangkap. Polisi menyita barang bukti sabu-sabu 8 gram dari tangannya.
Saat diinterogasi, Guntur mengaku sebagai kurir Serda IR. "Saya diupah Rp500 ribu sekali antar," katanya. "Memang bos saya itu anggota TNI di Kodam II Sriwijaya."
Sumber: http://nasional.news.viva.co.id/news...ya-anggota-tni
KELAKUAN OKNUM LAGI, MENCORENG NAMA INSTITUSI TNI
Bagaimana konsep atau bentuk hukuman yang menurut agan bagus jika Serda IR tertangkap? Apakah Punishment yg selama ini diberikan tidak menumbulkan efek jera, sehingga yang lain tidak berani melakukan hal tersebut?
Menurut TS sih, jika nanti tertangkap sebaiknya diproses sebagai berikut
Karena tindak pidana yg dilakukan adalah murni akibat perbuatan Serda IR bersama berapa orang sipil, maka sebaiknya diadakan pengadilan Koneksitas
Penyidik tetap dari POM, tapi dibentuk pengadilan koneksitas
TNI - POLRI BAKUBAE!
Dikutip dari: http://adf.ly/tgCxv


