SITUS BERITA TERBARU

Setelah Singkong, Instansi Pemerintah Dianjurkan Gunakan Nasi Kotak & Air Rebusan PAM

Saturday, November 29, 2014
Pemerintah Imbau Makanan Lokal Jadi Konsumsi Rapat

Kamis, 27 November 2014 | 20:48

Jakarta - Bermacam cara yang dilakukan pemerintah dalam rangka penghematan anggaran rapat dan perjalanan dinas. Setelah surat imbauan tak mengadakan rapat di hotel, kemudian muncul surat edaran dari menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (PAN dan RB) untuk membatasi jumlah undangan dalam acara pernikahan pejabat.

Kini pemerintah mengimbau penghematan anggaran dari pos opsi makanan saat rapat atau acara di kementerian. Pemerintah mengeluarkan surat edaran agar acara di kementerian lebih banyak menyajikan makanan lokal yang dinilai lebih sehat dan rendah lemak.

"Surat edaran itu sudah diperuntukkan bagi seluruh kementerian, lembaga pemerintah, nondepartemen, jadi semua sudah sampai. Intinya kami ingin meningkatkan efisiensi efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Jadi segala sesuatu yang boros itu sudah setoplah," kata Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11).

Surat ini, kata Yuddy, telah terbit terlebih dahulu yaitu Surat Edaran Menteri Nomor 40 Tahun 2014. Kalaupun opsi konsumsi itu tak selalu lebih murah namun, menurutnya, bisa menghidupkan petani produk pertanian lokal.

Makanan lokal itu, Yuddy mengemukakan, misalnya ubi dan singkong.

"Sekarang ini kan banyak orang sakit kolesterol, tekanan darah tinggi, stroke akibat apa? Akibat asupan makanan-makanan dengan kadar gula yang tinggi, kadar lemak yang tinggi," katanya.

"Jadi kalau ada sebuah instansi pemerintah yang mengimbau makanan lokal yang sehat, yang apa katakanlah, makanan yang rendah kolesterol, kan bagus-bagus aja," Yuddy menambahkan.
http://www.beritasatu.com/nasional/2...msi-rapat.html


Menteri Haramkan Makanan Impor di Acara Pemerintah
MINGGU, 23 NOVEMBER 2014 | 07:38 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi bertemu dengan Bupati Tasikmalaya dan sejumlah kepala dinas di lingkungan pemerintah daerah setempat di Pendopo Lama, Sabtu malam, 22 November 2014. Dalam pertemuan itu Menteri Yuddy menyampaikan amanat dari Presiden Joko Widodo ihwal penghematan nasional. (Isu Pangan Jadi Perhatian Utama Pemerintah Indonesia)

Salah satu pesan Presiden yang disampaikan Yuddy yakni setiap kali ada kegiatan yang digelar pemerintah daerah, hidangan yang disajikan tidak boleh hasil impor. "Termasuk buah-buahan, anggur, jeruk tidak boleh buah-buahan impor. Kita kembali ke makanan lokal, supaya petani-petani hidup," katanya. (Ketahanan Pangan Bisa Libatkan Sektor Pendidikan)

Dengan mengikuti aturan pemerintah pusat, kata Yuddy, petani lokal akan berkembang. "Saya akan keluarkan surat edaran (soal larangan makanan impor)," katanya.

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, pada prinsipnya, pemerintah daerah harus mengikuti apa pun instruksi pemerintah pusat. "Saya menerima apa yang diminta, kami pemda harus taat kepada pusat," katanya.

Ihwl penghidangan makanan lokal dalam acara pemerintah, Uu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sudah mempraktekkan. Makanan impor, khususnya buah-buahan, kata dia, disinyalir mengandung pengawet makanan. "Masak sekian bulan di perjalanan masih tetap utuh, warna juga masih bagus. Tidak menutup kemungkinan mengandung formalin," katanya. (Industri Pangan Daerah Terancam Malaysia)

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memilih menyajikan makanan lokal dalam setiap acara. "Back to daerah, kita pilih jeruk Bali, jeruk Medan, apel Malang," ujarnya.
http://www.tempo.co/read/news/2014/1...ara-Pemerintah

Hampir Setiap Acara Instansi Pemerintah, Minumnya Selalu AQUA. Kenapa bukan disajikan Teh atau Kopi atau Wedang Jahe atau rebusan Air Putih PAM aja?
Quote:
Wow, Air PDAM Sudah Bisa Langsung Diminum
Jumat, 10 Mei 2013, 10:46 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang, Jemianto, menegaskan di daerahnya tidak ada lagi zonasi layanan air siap minum karena air bersih yang didistribusikan semuanya atau 100 persen sudah bisa langsung dikonsumsi.

"Seluruh wilayah di daerah ini sudah masuk dalam layanan Zona Air Minum Prima (ZAMP), sehingga seluruh pelanggan bisa langsung mengonsumsinya. Tidak perlu direbus lagi, 100 persen siap minum," tegas Jemianto di Malang, Jawa Timur, Jumat.

Hanya saja, lanjutnya, sampai saat ini manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih belum mensosialisasikan dengan maksimal, sehingga banyak pelanggan yang belum tahu. Jemianto yang akrab dipanggil Jimmy itu mengaku jika saat ini pihaknya masih fokus pada pembenahan jaringan untuk menekan angka kebocoran (kehilangan air), baik kebocoran teknis maupun nonteknis yang saat ini mencapai 27 persen. Tahun depan ditargetkan turun menjadi 20 persen.

AKibat kebocoran air tersebut, PDAM Kota Malang mengalami kerugian rata-rata sekitar Rp1 miliar per bulan. Direktur Teknik PDAM Kota Malang, Teguh Cahyono, sebelumnya mengatakan pihaknya saat ini memiliki cara lain untuk mengurangi kebocoran air, yakni melakukan perbaikan spesifikasi pipa dalam waktu yang singkat. Untuk langkah tersebut, lanjut Teguh, PDAM telah menyiapkan SDM-nya. "Jika sebelumnya menggunakan pipa PVC, sekarang kita ganti menggunakan pipa polietilena (PE) karena kualitasnya lebih bagus," tandasnya.
http://www.republika.co.id/berita/na...ngsung-diminum


Gara-gara Aktivitas Perusahaan Air Mineral spt AQUA:
[Cadangan Air Tanah di Lereng Gunung Arjuna Kritis
MINGGU, 11 APRIL 2010 | 15:35 WIB

TEMPO Interaktif, PASURUAN - Eksploitasi air tanah secara besar-besaran di kawasan lereng gunung Arjuno mengakibatkan cadangan air tanah terus menyusut. Kondisi ini juga mengancam ketersediaan pasokan air untuk warga Pasuruan dan sekitarnya. "Cadangan air tanah di sekitar lereng Arjuna kritis," kata Koordinator Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur simpul Malang, Purnawan D Negara, Minggu (11/4).

Kondisi tersebut, menurut Purnawan, terjadi sejak semakin tingginya eksploitasi air tanah oleh perusahaan produsen air minum kemasan. Apalagi, selama ini upaya konservasi kawasan hutan yang menjadi daerah tangkapan air tidak dilakukan secara maksimal.

Dia menjelaskan, kondisi kritis melanda kawasan hutan lindung, hutan rakyat, dan hutan produksi. Dari total 15 ribu hektare kawasan taman hutan rakyat R Sorjo Pasuruan, 5 ribu hektare di antaranya dalam kondisi kritis. Padahal, kawasan hutan penting untuk menyuplai pasokan air tanah. Adapun air tanah yang diambil perusahaan air kemasan adalah cadangan air yang tersimpan sejak ribuan tahun lalu.

Dia mengkhawatirkan air tanah di kawasan ini habis jika diekploitasi secara besar-besaran dalam jangka pajang. Menurutnya, pemanfaatan air tanah untuk kepentingan komersial akan berdampak menyusutnya sumber artesis untuk air minum dan irigasi warga setempat. "Air tanah sama dengan minyak bumi, jika terus dieksploitasi akan habis," ujarnya.

Purnawan mengkritisi upaya konservasi yang dilakukan perusahaan produsen air kemasan tidak sebanding dengan ekploitasi yang dilakukan selama ini. Untuk itu, ia meminta pemerintah meninjau ulang dan menghentikan izin pemanfaatan air tanah untuk kepentingan komersial. Sebab pemerintah harus lebih menjamin ketersediaan air murah untuk rakyat.

Dia mencontohkan PT Tirta Investama (Danone Aqua), produsen air kemasan di Desa Karang Jati, Kecamatan Pandaan. Setiap hari, perusahaan itu menyedot 1,5 juta liter air tanah. Sedangkan dana tanggung jawab sosial (Cost Sosial Responsibility, CSR) yang dikucurkan hanya senilai dua unit mobil Toyota Alphard.

CSR Coordinator Jatim PT Tirta Investama Arief Fatullah menyatakan telah melakukan upaya untuk konservasi lingkungan. "Kami aktif memulihkan kawasan hutan di sekitar pabrik," katanya. Perusahaannya mendanai hutan asuh di kawasan lereng gunung Arjuna dan penebaran 22 ribu pohon bibit tanaman di sekitar kawasan gunung Bromo. Perusahaannya di Pandaan merupakan salah satu dari 14 perusahaan di Indonesia.
http://www.tempo.co/read/news/2010/0...-Arjuna-Kritis


Saksi contohkan Aqua, Hakim MK sebut terjun bebas
Kamis, 19 Desember 2013 02:25

Merdeka.com - Salah satu saksi ahli Erwin Ramedhan dalam uji materi Undang-undang Sumber Daya Air (SDA) atau UU Nomor 7 Tahun 2004 memaparkan tentang penyimpangan undang-undang itu. Erwin mengungkapkan cara perusahaan air kemasan Aqua dalam mengembangkan usaha, produksi, dan labanya selama di Indonesia.

Aqua, kata dia, menguasai 50-60 persen air kemasan nasional saat ini. Sumber airnya berasal dari beberapa wilayah di Indonesia. Mereka mengeksploitasi itu. Contoh di Klaten, Jawa Tengah, eksploitasi air bersih Aqua mencapai 40 juta liter per bulan. Itu setara Rp 80 miliar per bulan atau Rp 960 miliar per tahun.

Sementara retribusi mereka melalui PT Tirta Investama hanya membayar Rp 1,2 miliar setahun sebagai pendapatan asli daerah. Sedangkan pajaknya Rp 3-4 juta untuk Jateng ditahun 2003.

"Padahal sumur di Klaten harusnya menguras air 20 liter per detik, tapi mereka kuras hingga 64 liter per detik," kata Erwin di hadapan majelis pleno MK yang diketuai Hamdan Zoelva di ruang sidang MK , Rabu (18/12).

Menurut Erwin, itulah penyelewengan Aqua dalam hal izin air minum dalam kemasan. Dia juga memaparkan bagaimana produksi Aqua dan pendapatannya setiap tahun sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Dua sumur terbesar yang menyuplai Aqua yakni sumur di Klaten dan Sukabumi. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan Aqua Danone terdaftar dengan nama Aqua Golden Missisipi (AGM). Publik memiliki sahamnya sekitar 6 persen," terang Erwin.

Menurut Erwin yang juga Guru Besar Ilmu Bisnis di President University, itu mengaku meneliti tentang Aqua selama delapan tahun lebih. Dari penelisikannya, keuntungan Aqua terus meningkat tiap tahun tapi dalam laporannya sebagai perusahaan terbuka laba kotornya malah stagnan.

Pada 2001 misalnya, Aqua memproduksi air sebanyak 2,30 miliar liter, dan laba kotornya Rp 99,01 miliar. Tahun 2002 produksi 3 miliar liter, laba kotor Rp 124,05 miliar. Tahun 2003 produksi 3,1 miliar liter, laba kotornya Rp 107,28 miliar. Tahun 2004, produksi 3,18 miliar liter, laba kotornya Rp 141,95 miliar.

"Tahun 2005 produksi 4,28 miliar liter air, laporan laba kotornya saya belum dapatkan. Tahun 2006 produksi 4,59 miliar liter air, laba kotornya Rp 71,02 miliar. Tahun 2007 produksi 5,17 miliar liter, laba kotornya Rp 89,27 miliar. Tahun 2008 produksi 5,71 miliar liter, laba kotornya Rp 95,63 miliar," papar Erwin.

Menurut Erwin dari data produksi itu, ada yang janggal dengan laporan laba kotor tiap tahun. Padahal menurut Erwin, harga air kemasan selalu mengalami kenaikan setiap tahun.

"Kenaikan produksinya begitu cepat, kenapa laba brutonya menurun dan stagnan? Kenapa begitu? Kami sudah tanya hal itu ke pihak Dirjen Pajak, tapi belum ada jawaban. Tbk harus menyampaikan keuntungan tiap tahun. Padahal harga air kemasan tetap naik? Ini perlu penyidikan administrasinya oleh negara," kata Erwin.

Dalam kesaksiannya hadapan hakim MK Erwin juga menganalisa harga saham Aqua Golden Missisipi di Bursa Efek Indonesia . Dari sejak melantai pada tahun 90-an sampai 2009 mengalami kenaikan drastis. Bahkan menurut Erwin, Aqua berusaha ingin menjadi perusahaan tertutup di BEI.

"Jika pada awal melantai di bursa harga sahamnya ribuan rupiah per lembar. Pada 2008 menjadi Rp 130 ribu per lembar. September 2009 menjadi Rp 240 ribu per lembar. Berulang kali sejak Tahun 2000 sampai beberapa tahun terakhir Aqua ingin menjadi perusahaan tertutup (Delisting) dari BEI, karena harga sahamnya yang terus meningkat. Maka keinginan delisting itu patut dicurigai. Besarnya harga saham itu, gambaran eksploitasi air selama ini," ujarnya.
http://www.merdeka.com/peristiwa/aqu...gan-di-mk.html


---------------------------------

Kepalang tanggung kalau hanya membatasi dan melarang rapat di Hotel, sajian makanan rapat instansi Pemerintah diharamkan menggunakan makanan impor dan kalau bisa hanya makanan lokal sejenis singkong demi alasan penghematan anggaran. Kalau Pemerintah mau lebih tegas, itu setiap rapat (termasuk rapat Kabinet), cukup konsumsinya nasi kotak. Tapi nasi kotak dengan menu lokal seperti masakan Padang saja, bukan nasi kotak KFC atau Nasi Kotak dari A&W, termasuk air minumnya, tak perlu gunakan AQUA yang produsennya merupakan perusahaan asing penyedot air tanah yang bisa mengancam cadangan air tanah di negeri ini. Tapi cukup air rebusan dari PAM


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive