Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

3 Beda Blusukan Ahok dan Jokowi, dari 'Negosiasi' Makan hingga Buah Tangan

Wednesday, November 19, 2014
Jakarta - Lain gaya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), lain pula gaya Joko Widodo saat blusukan ke kampung-kampung. Ahok dan Jokowi punya cara yang berbeda saat memecahkan permasalahan di lapangan, seperti terangkum dalam 3 kisah ini.

Ahok dikenal sebagai pribadi yang ceplas ceplos. Ia langsung melontarkan kritik dan tegas meminta warganya untuk mematuhi segala aturan. Ayah 3 anak ini juga tanpa basa-basi meminta warganya untuk bersedia direlokasi. Permintaan itu langsung disampaikan ke warganya, tanpa 'negosiasi' makan siang yang pernah dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat menggusur warga.

Saat blusukan, Ahok tidak membawa buah tangan alias sembako. Ia justru membagikan kartu nama kepada warga. Warga Ibukota diminta segera menghubunginya apabila ada masalah. Kebiasaan ini berbeda dengan Jokowi yang selalu membawa 'oleh-oleh' bagi warganya selama blusukan. Jokowi kerap membagikan sembako dan alat-alat sekolah kepada warga yang tertimpa musibah.

Kostum yang dikenakan Ahok pun berbeda dengan Jokowi. Saat blusukan Ahok mengenakan baju dinas lengkap dengan topi yang bertuliskan 'Wakil Gubernur DKI Jakarta'. Sementara Jokowi setia memakai kemeja putih dan celana panjang hitam andalannya.

Berikut 3 beda gaya blusukan Ahok-Jokowi:

1. Negosiasi Makan Siang
Ahok punya gaya tersendiri saat blusukan. Ahok biasanya dikenal ceplas ceplos. Sikap itu ditunjukkannya saat meminta warga direlokasi.

Peristiwa ini terjadi saat Ahok menemui warga di Jalan Sensus Raya, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (18/11/2014) siang. Dia berjalan terburu-buru melewati SPBU dan masuk ke jalan yang hanya muat satu mobil itu.

Ahok menyalami beberapa warga yang sedang berdiri di depan warung, termasuk pemilik warung. Tanpa basa-basi dia menyampaikan kabar bahwa areal tersebut harus dikosongkan agar normalisasi Ciliwung dan pembangunan sodetan bisa berjalan lancar.

"Kita enggak ada pilihan lain. Saya lebih baik ngomong jujur di depan daripada saya bohongin pelan-pelan hanya supaya dipilih lagi. Karena pemerintah pusat juga sudah jalan. Pak Jokowi suruh bongkar, tugas kami membongkar," kata Ahok.

"Saya bilang enggak bisa kayak Pak Jokowi, ajak makan dulu, ngobrol sana sini dulu. Aku enggak bisa seperti itu. Saya langsung saja," kata dia membuat beberapa warga jadi tertawa mendengar ucapan Ahok.

Dia lantas berujar jika warga tidak mau dipindahkan maka proyek antisipasi banjir lebih baik dihentikan termasuk pembangunan sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur, yang terkendala pembebasan lahan di Bicara Cina, Jatinegara. Tapi konsekuensinya akan lebih banyak warga DKI yang menderita karena banjir.

"Kalau tahu begini lebih baik (program antisipasi) distop. Tapi masalahnya ini sudah jalan semua, kalau sudah jalan solusinya ya kita kasih harga terbaik, kita pilih NJOP atau harga pasar, mana yang lebih tinggi saja. Bapak ibu bisa cari lokasi pemukiman lain. Saya hari ini sengaja datang supaya kalau ada orang minta uang komisi atau apapun, lapor ke saya," ungkap Ahok.

Negosiasi makan siang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meminta warganya direlokasi. Salah satunya, saat Jokowi meminta warga di sekitar Waduk Ria Rio pindah ke rusun dan untuk mencari jalan keluar permasalahan.[/B]

2. Kartu Nama, Bukan Sembako

Ahok terlihat luwes meladeni permintaan warga untuk salaman dan foto bersama dengan warga dalam kegiatan blusukannya hari ini. Bahkan, ada warga yang mendekati Ahok untuk meminta uang.

Pantauan di Jalan Sensus Raya, Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (18/11/2014), saat Ahok asyik membagikan kartu nama pada warga, ada seorang ibu yang mendekati Ahok. Seorang ibu lantas mengulurkan tangan menyalami Ahok.

Sambil menyalami, rupanya ibu itu berbisik kepada Ahok. Tidak jelas apa yang dibisikkan, namun tampaknya dia meminta uang. Hal ini terlihat dari respon Ahok.

"Kalau saya bagi-bagi uang itu susah kontrolnya, lebih baik saya berikan lewat KJP dan KJS supaya Bapak Ibu bisa dapat secara rutin," jawab dia dengan suara lantang dan tegas, yang menjadi ciri khasnya.

Saat blusukan itu, Ahok juga sempat membagi-bagikan kartu namanya agar warga dapat langsung mengadu atau memberi masukan kepadanya.

"Ini kartu nama saya kalau ada apa-apa, Bapak Ibu bisa hubungi saya," ujar Ahok sembari membagikan kartu namanya kepada warga.

Suami Veronica Tan itu bahkan sudah sampai menghabiskan 5 kotak kartu nama untuk dibagikan. Di mana, satu kotak itu berisi 200 kartu.

Hingga saat ini, mantan politisi Gerindra tersebut sudah menyambangi 5 titik di Jakarta yakni Setiabudi, Manggarai, Bukit Duri, Kebon Nanas dan Jatinegara. Salah seorang warga sempat berdecak kagum saat bertemu Ahok secara langsung.

"Beda ya sama Pak Jokowi kalau di TV kelihatannya kecil aslinya juga kecil, kalau Pak Ahok di TV kelihatannya kecil tapi aslinya sangat tinggi. Saya cuma selehernya," candanya yang diikuti tawa Ahok.

Berbeda dengan Ahok, Jokowi lebih rajin membawa buah tangan untuk warga yang dikunjunginya. Ia suka membagikan sembako dan alat-alat sekolah bagi warganya.

3. Kostum Andalan
Ahok pagi ini blusukan ke pintu air. Uniknya, Ahok menggunakan mobil yang dulu biasa dipakai Joko Widodo blusukan saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI.

Ahok berangkat dari Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2014), sekitar pukul 08.15 WIB. Ia menumpang mobil Toyota Innova berwarna hitam dengan nomor polisi B 1124 BH.

Mobil ini adalah yang biasanya dipakai Jokowi blusukan ke berbagai lokasi saat masih memimpin DKI Jakarta. Sejak Jokowi menjabat sebagai Presiden RI, mobil Innova itu terparkir di Balai Kota.

Ahok dan rombongan saat ini menuju ke wilayah Setiabudi, Jakarta Selatan. Mobil melaju tanpa disertai voorijder. Suami Veronika Tan ini mengenakan baju dinas warna coklat dan topi.

Blusukan ini dilakukan Ahok untuk memeriksa pintu-pintu air dan mengecek pompa untuk memeriksa kesiapan DKI dalam menghadapi banjir. Sejumlah rute rencananya akan diperiksa Ahok mulai dari Jakarta Selatan, Jakarta Timur hingga Jakarta Pusat.

Beberapa pejabat elite DKI rencananya akan ikut mendampingi Ahoi blusukan antara lain Sekda DKI Saefullah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Dinas Pemadam dan Kebakaran, Kasatpol PP, Kepala Dinas PU, serta Kepala BPBD.

Bila Ahok mengenakan baju dinas, Jokowi lebih suka memakai kemeja warna putih. Baju putih itu disebutnya hanya seharga Rp 40 ribu. Ia juga mengaku mengoleksi 14 baju warna putih.

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/1...tangan?9922022

yang berkenan silahkan rate

Dikutip dari: http://adf.ly/uLK4m
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive