
Menurut Komandan Komando Distrik Militer 1604 Belu Letnan Kolonel (Inf) Hendri Wijaya, bahan bakar ini ditemukan dalam serangkaian operasi. "Barang ini berada di beberapa jalan tikus di wilayah perbatasan," katanya kepada Tempo, Ahad, 23 Maret 2014.
Bahan bakar ini ditemukan di dua lokasi, yakni Pantai Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, serta Dusun Solare di Kecamatan Tasifeto Timur. Bahan bakar yang hendak dijual ke wilayah Timor Leste itu dikemas dalam 20 jeriken.
Hendri mengatakan bahan bakar yang hendak diselundupkan ini disembunyikan dalam kerimbunan semak-semak. Pemiliknya melarikan diri setelah dikejar aparat. "Bahan bakar ini sengaja ditinggalkan," ujarnya.
Untuk menghentikan penyelundupan semacam ini, Hendri mengatakan terus menggelar patroli. Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin karena berkaitan dengan upaya mengantisipasi kelangkaan bahan bakar minyak di Belu.
Sepanjang 2014, TNI menyita 21.024 ton bahan bakar minyak yang akan diselundupkan ke Timor Leste. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.910 liter berupa Premium bersubsidi, 7.072 liter solar bersubsidi, dan 7.042 liter minyak tanah.
SUMBER


