Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Jadi Sutradara Video Porno,Eks Wabup Bogor Ditangkap (Bakal Gembos Niih Suara Jokowi)

Thursday, March 20, 2014


Karyawan Fathurachman ditangkap. Kabar ini menjalar cepat di kalangan pewarta di Bogor, tadi malam. Ya, bekas wakil bupati Bogor periode 2008-2013 itu harus menjalani masa pensiunnya dengan tragis. Ia dijebloskan ke jeruji besi oleh petugas direktorat kriminal khusus Polda Jabar karena tersangkut video porno.

PRIA yang akrab disapa Karfat itu disangkakan sebagai sutradara atas pembuatan video porno yang diduga diperankan mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat RHT dengan seorang mahasiswi berinisial L. �Berkas tersangka (Karfat) sudah P21. Makanya kita melakukan penahanan. Besok (hari ini) kita serahkan ke Kejati,� kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Martinus Sitompul saat dihubungi koran ini, tadi malam.

Menurut Martinus, berdasarkan penyidikan dan bukti persidangan, Karfat diduga memerintahkan orang suruhannya untuk melakukan pengambilan gambar tak senonoh perbuatan RHT dengan L dengan imbalan Rp100 juta. �Terdakwa Indra merupakan orang suruhan dari mantan Wakil Bupati Bogor Karyawan Fathurachman untuk melakukan pengambilan gambar tak senonoh dengan imbalan Rp100 juta. Kemudian, itu diperbanyak dan disebarluaskan. Itu bukti dari persidangan,� terang Martinus.

Martinus menambahkan, Karfat dijemput tim Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar saat berada di kediamannya di Kampung Pisang, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Sayangnya Martinus enggan merinci jam berapa Karfat dijemput dari rumahnya. Namun, Ia mengaku, Karfat saat ini telah diamankan di Mapolda Jabar serta dalam pengawasan ketat jajarannya.

Dihubungi terpisah, RHT terduga pemeran video porno bersama L mengaku kaget dengan peristiwa penangkapan Karfat. Mantan ketua DPD PDI Perjuangan Jabar itu mengaku beberapa hari lalu dirinya bertemu Karfat dan sejumlah pengurus partai. Selain untuk bersilaturahmi, dirinya juga sempat meminta maaf jika ada kekurangan saat menjadi kader dan ketika dirinya memimpin PDI Perjuangan tingkat Jawa Barat. Tak hanya itu, RHT juga mengaku sempat meminta restu pencalonan dirinya sebagai anggota DPD RI. �Kapan itu ditangkapnya? Saya baru dengar. Beberapa hari lalu sempat ketemu dengan beliau (Karfat) dan pengurus partai di kantor DPC,� terang RHT.

Soal penangkapan Karfat oleh Polda Jabar, RHT menyerahkan persoalan ini sepenuhnya kepada pihak berwajib. Pasalnya, RHT mengaku sebenarnya ia telah mencabut pelaporan dugaan tidak pidana perbuatan tidak menyenangkan dengan terlapor Karfat pada 2010 lalu. Karena itu, RHT menyatakan tak habis pikir dengan adanya penangkapan itu. �Laporan saya itu sudah dicabut pada 2010 lalu, jadi alasan polisi itu apa? Tapi, saya tidak mau berspekulasi, ini tidak ada kaitan dengan politik dan masuk ranah hukum,� tutupnya.

Seperti pernah diberitakan, sebelum menangkap Karfat, polisi juga menangkap Wakil Ketua DPC PDIP Indra Sindya Laksamana. Indra bahkan sudah divonis satu tahun penjara karena melakukan pembuatan dan penyebaran video porno mirip mantan Ketua PDIP Jabar Rudi Harsa Tanaya.

Selain vonis penjara, Indra juga dikenai denda Rp250 juta dengan subsider 1 bulan penjara. �Terdakwa terbukti secara sah membuat dan menyebar video porno mirip Rudi Harsa,� kata hakim dalam sidang vonis yang digelar di Ruang VI Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (11/11) lalu.

Hakim menyebut, terdakwa terbukti melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam dakwaan Kesatu atau Primer yakni Pasal 29 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, kedua primer Pasal 335 ayat (1) ke (1) KUHP, subsider pasal 335 ayat (1) ke � 2 KUHP. �Untuk itu majelis hakim menjatuhkan vonis 1 tahun penjara dengan denda Rp250 juta atau subsider kurungan penjara satu bulan,� jelasnya.

Dalam pertimbangannya disebutkan terdakwa Indra merupakan orang suruhan dari mantan Wakil Bupati Bogor Karyawan Fathurachman untuk melakukan pengambilan gambar tak senonoh dengan imbalan Rp100 juta. �Terdakwa terbukti membuat, memperbanyak dan menyebarluaskan video asusila mirip Rudy Harsa Tanaya dengan imbalan Rp100 juta,� katanya.

GANGGU ELEKTABILITAS

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Pakuan, Muhamad Mihradi, mengatakan, dengan dijebloskannya Karfat ke jeruji besi jelas akan mengganggu suara PDI Perjuangan khususnya di Kabupaten Bogor. �Tentu akan membuat defisit elektabilitas bagi PDIP di Bogor. Sebab, dugaan tindak pidana yang dilakukan Ketua DPC bisa membuat marwah partai akan tergerus,� terang Mihradi saat di hubungi.

Karena itu, partai berlambang banteng moncong putih tersebut harus membuat terobosan agar kasus penangkapan Karfat yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor itu tidak akan mempengaruhi suara partai jelang Pemilu yang tinggal beberapa hari lagi. �Kalau secara nasional mungkin bisa tertolong sosok Jokowi, tapi bagi daerah (bogor) penangkapan ini akan mempengaruhi elektabilitas partai,� ungkapnya.

KADER PDIP MURKA

Penangkapan Karyawan Fathurachman (Karfat) oleh Polda Jawa Barat terkait kasus video porno saat kampanye ini membuat sejumlah kader PDIP di Kabupaten Bogor naik pitam. Bahkan, mereka menuding ada motif tertentu dan upayaupaya kotor partai politik lain di balik penangkapan ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor itu. Terlebih, elektabilitas PDIP dan Jokowi yang maju sebagai calon presiden (capres) terus bertengger di posisi teratas dalam berbagai survei.

�Kenapa Polda Jabar melakukan penangkapan saat masa kampanye seperti sekarang. Apakah tidak bisa setelah pesta demokrasi selesai? Karena, saya yakin beliau (Karfat) tidak akan melarikan diri, kami menduga ada motif lain yakni menggembosi suara di balik penangkapan,� ujar kader PDIP yang enggan namanya di korankan, saat ditemui koran ini di DPC PDI Perjuangan, tadi malam.

Sementara anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bogor Suprijanto memiliki pandangan berbeda. Ia menegaskan, penangkapan Karfat tidak akan berpengaruh terhadap suara PDIP di Bumi Tegar Beriman dan tidak akan berdampak terhadap popularitas dan elektabilitas Jokowi. �Kejadian ini tidak akan berpengaruh apa-apa buat partai,� tegas Toto.

Saat disinggung adanya nuansa politik di balik penangkapan tersebut di masa kampanye, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bogor itu enggan berkomentar panjang lebar namun tidak juga membantahnya. �Saya tidak mau bicara soal adanya motif lain. Mungkin juga iya, mungkin juga tidak� tutupnya.(yok/rif/sal/d/py)

Sumber : http://metropolitanonline.co/2014/03...-tragis-karfat
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive