Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Inilah Kronologi Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

Monday, March 10, 2014
Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 keberangkatan Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, China, yang dinyatakan hilang sejauh ini masih belum diketahui keberadaannya.

Diberitakan Mirror, Senin (10/3/2014), pesawat Malaysia Airlines Flight MH370 berangkat pada Jumat 7 Maret 2014 pukul 14.21 waktu setempat dan dijadwalkan mendarat di Beijing pada pukul 22.30 waktu setempat.



Pesawat Boeing 777-200ER ini berisi 227 penumpang dan 12 awak. Malaysia Airlines kehilangan kontak antara satu atau dua jam setelah lepas landas. Saat kehilangan kontak tersebut, tidak ada sinyal marabahaya yang diberikan oleh pesawat Malaysia Airlines, dan saat itu juga tidak ada masalah dengan cuaca.

Sebelum hilang, pesawat Malaysia Airlines melakukan kontak terakhir dengan pusat pengendali lalu lintas udara pada 120 mil laut di lepas pantai timur kota Malaysia dari Kota Bharu.

Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam (CAAV) menyatakan bahwa pesawat Malaysia Airlines ini gagal untuk check-in sesuai jadwal pada pukul 17.21 waktu setempat ketika berada di atas laut antara Malaysia dan Kota Ho Chi Minh, Vietnam.

Situs pelacakan penerbangan flightaware.com menunjukkan bahwa pesawat ini terbang ke arah timur laut Malaysia setelah lepas landas dan naik pada ketinggian 35 ribu kaki. Kemudian pesawat Malaysia Airlines tiba-tiba menghilang satu menit setelah naik.

Pemerintah Malaysia dan Vietnam melakukan pencarian bersama serta melakukan operasi penyelamatan. Sementara Pemerintah China menyatakan bahwa pihaknya akan ikut membantu dan telah mengirim dua kapal laut untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. Selain China, Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga mengirim kapal laut dan pesawat untuk membantu.

Kapal pencari Malaysia melihat ada tanda-tanda dari reruntuhan di daerah di mana pesawat Malaysia Airlines melakukan kontak terakhir. Pihak Malaysia Airlines mengatakan bahwa pesawat ini membawa 154 orang dari China dan Taiwan, 38 orang dari Malaysia, 7 orang Indonesia, dan 6 warga Australia.

Perdana Menteri (PM) China, Li Keqiang, meminta kepada PM Malaysia, Najib Razak, untuk cepat dan semangat melakukan pencarian pesawat tersebut. Pemerintah Vietnam mengatakan bahwa terdapat tumpahan minyak dan kumpalan asap terlihat di perairan tersebut.

Dua orang dari Austria dan Italia terdaftar di antara penumpang Malaysia Airlines yang hilang, namun namanya tidak terdaftar dalam penerbangan. Kedua orang tersebut mengatakan bahwa paspor mereka telah dicuri. Pihak Malaysia Airlines menegaskan akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan AS yang mengkhususkan diri dalam pemulihan bencana.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS mengirim tim ke Asia untuk membantu menyelidiki hilangnya pesawat tersebut. Penasihat teknis dari US Federal Aviation Administration (FAA) dan Boeing juga ikut terbang ke Asia.

Pihak berwenang Malaysia menyelidiki identitas dua penumpang lain selain dua orang yang diketahui paspornya dicuri. Kemudian Kementerian Pertahanan Malaysia mengatakan bahwa beberapa peneliti Malaysia telah bertemu dengan mitra dari FBI AS. Radar menunjukkan pesawat mungkin telah berbalik dari rute yang dijadwalkan ke Beijing sebelum menghilang.

Tim penyelamat Malaysia memperluas pencarian sampai ke pantai barat Malaysia. Pemerintah Malaysia juga melakukan pemeriksaan rekaman CCTV dan mempertanyakan petugas imigrasi serta penjaga di Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk mengetahui kemungkinan adanya pelanggaran keamanan yang dapat dihubungkan dengan insiden tersebut.

Pihak Interpol mengatakan bahwa pengguna paspor curian itu saat ini dinyatakan sebagai tersangka tambahan. Menteri Dalam Negeri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, mengatakan bahwa penumpang yang menggunakan paspor curian itu adalah orang Asia.

Meski banyak spekulasi yang terjadi, saat ini penyidik sedang fokus akan kemungkinan pesawat Malaysia Airlines tersebut hancur di tengah penerbangan.

Pesawat angkatan laut Vietnam sempat melakukan pencarian di malam hari, namun objek yang di duga bagian dari pesawat yang hancur itu tidak terlihat karena terlalu gelap, sehingga mereka mengirim pesawat pencarian di perairan selatan Vietnam pada pagi hari agar memudahkan pencarian.




SUMBER
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive