Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

ANTARA BOHONG & GENGSI PEMERINTAH MALAYSIA

Monday, March 17, 2014
Malaysia, antara bohong, gengsi & tidak becus
Senin, 17 Maret 2014

MALAYSIA: Sudah 10 hari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 lenyap misterius setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur. Keganjilan mulai dirasakan negara-negara yang membantu Malaysia dalam mencari pesawat itu.

Keganjilan itu bahkan mulai berubah menjadi kejengkelan, karena mereka merasa �ada yang tidak beres� dengan Malaysia. Banyak rentetan keganjilan yang membuat negara-negara yang membantu Malaysia, terutama China dan India mulai menganggap Malaysia tidak begitu becus untuk menangani pencarian pesawat itu.

Rakyat di China misalnya, ramai-ramai menghujat Malaysia setelah seminggu insiden terjadi mereka baru mengakui dugaan pesawat MH370 dibajak. �Mengapa baru sekarang mereka telah menegaskan, bahwa hal itu (pesawat) mungkin telah dibajak?, tulis salah satu pengguna Sina Weibo pagi ini (17/3/2014) dalam menanggapi informasi terakhir dari pihak Kuala Lumpur. �Malaysia, apa lagi yang kau sembunyikan?,� bunyi komentar warga China lainnya, seperti dilansir Malaysia Insider.

�Malaysia telah menyampaikan kebohongan selama satu minggu. Vietnam telah keluar dari informasi sampah selama satu minggu,� kecam pengguna Sina Weibo lainnya. Andai saja, Malaysia cepat menyimpulkan dugaan itu, China sudah siap untuk melakukan gerakan yang lebih cepat. Tak heran, jika media China menganggap Malaysia pelit untuk berbagi informasi.

Kementerian Luar Negeri China telah mendesak para pejabat Malaysia untuk meningkatkan upaya dan mempercepat penyelidikan. para pemimpin China juga terus mengirim lebih banyak peralatan untuk memacu Malaysia untuk lebih cepat dalam bekerja. Tapi, tetap saja belum ada hasil yang siginifikan.

Kantor berita China, Xinhua, dalam editorialnya secara tidak langsung menuduh Malaysia tidak becus dalam menangani insiden pesawat hilang itu.�Malaysia melalaikan tugas, dan mereka enggan berbagi informasi penting,� tulis Xinhua.

Tahu, tapi tak bereaksi

Keheranan atas sikap Malaysia juga dirasakan India. Seorang perwira senior Angkatan Udara India mengaku terkejut atas lambatnya reaksi dari otoritas Malaysia soal lenyapnya pesawa MAS MH370.

�Kami terkejut, penguasa militer Malaysia tidak bereaksi selama dua hari, setelah radar utama mereka melihat pesawat itu,� kata perwira yang tak disebutkan namanya itu, kemarin, seperti dikutip Times of India.

"Otoritas Pengawasan harus segera bereaksi terhadap penerbangan tak dikenal dan informasi tersebut juga harus dibagi ke seluruh instansi sipil dan militer. Jika asumsi ini benar, pesawat yang hilang itu terbang melalui wilayah udara dari beberapa negara di kawasan itu,� lanjut perwira itu.

Keanehan sejatinya sudah terjadi sejak awal. Di mana para penumpang pesawat yang menggunakan paspor palsu bisa melenggang naik pesawat. Ini membuktikan ada keganjilan besar, di mana otoritas bandara, termasuk pihak imigrasi bisa kecolongan untuk penerbangan berkelas internasional.

Tak hanya negara-negara Asia yang merasa aneh dengan cara kerja Malaysia. Washington pun merasa frustasi, karena FBI yang semula diklaim Malaysia akan dilibatkan penuh dalam investigasi pesawat MH370, ternyata tidak diminta secara resmi oleh pihak Putrajaya (Malaysia).

Sumber diplomatik Washington yang berbicara dalam kondisi anonim, karena isunya sensitif, mengatakan, tim agen FBI sejatinya sudah siap untuk terbang ke Kuala Lumpur. Tapi anehnya, pihak Putrajaya tidak juga meminta bantuan secara resmi.

�Saya percaya Malaysia defensif tentang hal ini dan malu,� kata Ernest Bower, seorang pakar Asia Tenggara pada Pusat Studi Strategis dan Internasional. Malaysia, kata dia, menganggap China sebagai ancaman persaingan, terlebih dalam tempo cepat satelit China mampu melacak tiga benda aneh di laut meski hasilnya tidak terkait pesawat MH370.

Bantah pelit informasi

Mendapat tekanan hebat dari sejumlah negara itu, otoritas Malaysia mengaku memprioritaskan pencarian pesawat itu oleh pihak keamanan nasional Malaysia. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Hussein.

Dia juga membantah tuduhan, bahwa Malaysia pelit berbagi informasi sehingga pencarian pesawat MAS MH370 lambat. Menurutnya, data radar yang ternyata mampu melacak pesawat terakhir kali sebelum lenyap memang tidak bisa sembarangan dibagi. Alasannya menyangkut keamanan nasional Malaysia.

Sikap Malaysia itulah yang membuat India dan negara Asia lain merasa ragu bisa optimal membantu Malaysia. Ironisnya, di hadapan publik, Pemerintah Malaysia mengaku minta bantuan negara-negara lain. Syed Akbaruddin, juru bicara Kementerian Luar Negeri India, mengatakan, Malaysia minta bantuan India dalam pencarian pesawat yang membawa 239 orang itu.

�Perdana Menteri Malaysia kemarin menyatakan kepada Perdana Menteri India Manmohan Singh untuk minta bantuan teknis dalam pencarian pesawat MH370 yang diduga terbang di luar jalur,� kata Akbaruddin.
� bersama Pelangi dan 4 lainnya.
Foto: Malaysia, antara bohong, gengsi & tidak becus Senin, 17 Maret 2014 MALAYSIA: Sudah 10 hari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 lenyap misterius setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur. Keganjilan mulai dirasakan negara-negara yang membantu Malaysia dalam mencari pesawat itu. Keganjilan itu bahkan mulai berubah menjadi kejengkelan, karena mereka merasa �ada yang tidak beres� dengan Malaysia. Banyak rentetan keganjilan yang membuat negara-negara yang membantu Malaysia, terutama China dan India mulai menganggap Malaysia tidak begitu becus untuk menangani pencarian pesawat itu. Rakyat di China misalnya, ramai-ramai menghujat Malaysia setelah seminggu insiden terjadi mereka baru mengakui dugaan pesawat MH370 dibajak. �Mengapa baru sekarang mereka telah menegaskan, bahwa hal itu (pesawat) mungkin telah dibajak?, tulis salah satu pengguna Sina Weibo pagi ini (17/3/2014) dalam menanggapi informasi terakhir dari pihak Kuala Lumpur. �Malaysia, apa lagi yang kau sembunyikan?,� bunyi komentar warga China lainnya, seperti dilansir Malaysia Insider. �Malaysia telah menyampaikan kebohongan selama satu minggu. Vietnam telah keluar dari informasi sampah selama satu minggu,� kecam pengguna Sina Weibo lainnya. Andai saja, Malaysia cepat menyimpulkan dugaan itu, China sudah siap untuk melakukan gerakan yang lebih cepat. Tak heran, jika media China menganggap Malaysia pelit untuk berbagi informasi. Kementerian Luar Negeri China telah mendesak para pejabat Malaysia untuk meningkatkan upaya dan mempercepat penyelidikan. para pemimpin China juga terus mengirim lebih banyak peralatan untuk memacu Malaysia untuk lebih cepat dalam bekerja. Tapi, tetap saja belum ada hasil yang siginifikan. Kantor berita China, Xinhua, dalam editorialnya secara tidak langsung menuduh Malaysia tidak becus dalam menangani insiden pesawat hilang itu.�Malaysia melalaikan tugas, dan mereka enggan berbagi informasi penting,� tulis Xinhua. Tahu, tapi tak bereaksi Keheranan atas sikap Malaysia juga dirasakan India. Seorang perwira senior Angkatan Udara India mengaku terkejut atas lambatnya reaksi dari otoritas Malaysia soal lenyapnya pesawa MAS MH370. �Kami terkejut, penguasa militer Malaysia tidak bereaksi selama dua hari, setelah radar utama mereka melihat pesawat itu,� kata perwira yang tak disebutkan namanya itu, kemarin, seperti dikutip Times of India. "Otoritas Pengawasan harus segera bereaksi terhadap penerbangan tak dikenal dan informasi tersebut juga harus dibagi ke seluruh instansi sipil dan militer. Jika asumsi ini benar, pesawat yang hilang itu terbang melalui wilayah udara dari beberapa negara di kawasan itu,� lanjut perwira itu. Keanehan sejatinya sudah terjadi sejak awal. Di mana para penumpang pesawat yang menggunakan paspor palsu bisa melenggang naik pesawat. Ini membuktikan ada keganjilan besar, di mana otoritas bandara, termasuk pihak imigrasi bisa kecolongan untuk penerbangan berkelas internasional. Tak hanya negara-negara Asia yang merasa aneh dengan cara kerja Malaysia. Washington pun merasa frustasi, karena FBI yang semula diklaim Malaysia akan dilibatkan penuh dalam investigasi pesawat MH370, ternyata tidak diminta secara resmi oleh pihak Putrajaya (Malaysia). Sumber diplomatik Washington yang berbicara dalam kondisi anonim, karena isunya sensitif, mengatakan, tim agen FBI sejatinya sudah siap untuk terbang ke Kuala Lumpur. Tapi anehnya, pihak Putrajaya tidak juga meminta bantuan secara resmi. �Saya percaya Malaysia defensif tentang hal ini dan malu,� kata Ernest Bower, seorang pakar Asia Tenggara pada Pusat Studi Strategis dan Internasional. Malaysia, kata dia, menganggap China sebagai ancaman persaingan, terlebih dalam tempo cepat satelit China mampu melacak tiga benda aneh di laut meski hasilnya tidak terkait pesawat MH370. Bantah pelit informasi Mendapat tekanan hebat dari sejumlah negara itu, otoritas Malaysia mengaku memprioritaskan pencarian pesawat itu oleh pihak keamanan nasional Malaysia. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Hussein. Dia juga membantah tuduhan, bahwa Malaysia pelit berbagi informasi sehingga pencarian pesawat MAS MH370 lambat. Menurutnya, data radar yang ternyata mampu melacak pesawat terakhir kali sebelum lenyap memang tidak bisa sembarangan dibagi. Alasannya menyangkut keamanan nasional Malaysia. Sikap Malaysia itulah yang membuat India dan negara Asia lain merasa ragu bisa optimal membantu Malaysia. Ironisnya, di hadapan publik, Pemerintah Malaysia mengaku minta bantuan negara-negara lain. Syed Akbaruddin, juru bicara Kementerian Luar Negeri India, mengatakan, Malaysia minta bantuan India dalam pencarian pesawat yang membawa 239 orang itu. �Perdana Menteri Malaysia kemarin menyatakan kepada Perdana Menteri India Manmohan Singh untuk minta bantuan teknis dalam pencarian pesawat MH370 yang diduga terbang di luar jalur,� kata Akbaruddin.
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive