inilah..com, Malang-Enam orang begal motor kabur setelah gagal memperdayai korban, Abdul Hamid (28), seorang guru bimbingan belajar (Bimbel) di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Menurut pengakuan Hamid, enam orang begal tersebut menyabetkan celurit sebanyak lebih dari tujuh kali, namun tidak ada yang mempan melukai dirinya.
Namun warga Jalan Adi Santoso, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang itu masih terpincang-pincang kesakitan akibat melakukan perlawanan.
"Kaki saya terkilir. Saat mau nendang kawanan pelaku, saya terpeleset karena kemarin petang suasana di jalan hujan," ungkapnya.
Dengan menunjukkan jaket, baju batik dan kaos dalam yang penuh dengan sabetan celurit, Hamid mengisahkan pengalaman tragisnya. Beruntung, tak ada luka sabetan celurit sedikitpun di tubuhnya. Padahal, lanjut Hamid, dirinya diserang kawanan begal motor bersenjata celurit.
"Ada enam sabetan celurit yang mengenai tubuh saya. Tapi Alhamdulillah, Tuhan masih melindungi saya. Saya melawan karena membela diri," tuturnya.
Hamid menuturkan, sejak Selasa (3/3) sore, ia diminta sang majikan untuk mengirim buku bimbingan belajar ke wilayah Turen, Malang.
"Pada pengiriman pertama dan kedua tidak ada masalah. Setelah itu, saya istirahat sebentar minum kopi disebuah warung di wilayah Turen," kenangnya.
Menurut pengakuan Hamid, enam orang begal tersebut menyabetkan celurit sebanyak lebih dari tujuh kali, namun tidak ada yang mempan melukai dirinya.
Namun warga Jalan Adi Santoso, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang itu masih terpincang-pincang kesakitan akibat melakukan perlawanan.
"Kaki saya terkilir. Saat mau nendang kawanan pelaku, saya terpeleset karena kemarin petang suasana di jalan hujan," ungkapnya.
Dengan menunjukkan jaket, baju batik dan kaos dalam yang penuh dengan sabetan celurit, Hamid mengisahkan pengalaman tragisnya. Beruntung, tak ada luka sabetan celurit sedikitpun di tubuhnya. Padahal, lanjut Hamid, dirinya diserang kawanan begal motor bersenjata celurit.
"Ada enam sabetan celurit yang mengenai tubuh saya. Tapi Alhamdulillah, Tuhan masih melindungi saya. Saya melawan karena membela diri," tuturnya.
Hamid menuturkan, sejak Selasa (3/3) sore, ia diminta sang majikan untuk mengirim buku bimbingan belajar ke wilayah Turen, Malang.
"Pada pengiriman pertama dan kedua tidak ada masalah. Setelah itu, saya istirahat sebentar minum kopi disebuah warung di wilayah Turen," kenangnya.
Setelah kopi habis, ia pun melanjutkan perjalanan pulang dari Turen menuju rumahnya di Kepanjen. Sekitar pukul tujuh malam saat itu, suasana hujan dan jalanan cenderung sepi. Sesampainya di Jalan Raya Sukorejo, Bureng, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Hamid didekati pengendara motor Yamaha Vixion warna merah.
"Ada motor Vixion di sebelah saya. Tiba-tiba satu dari pengendara motor yang dibonceng, menyabetkan celurit. Mengenai punggung saya," kata Hamid sembari menunjukkan jaketnya yang robek akibat sabetan celurit.
Sabetan pertama, Hamid belum sadar. Ia baru tahu jika orang yang mendekati dirinya adalah begal motor. Setelah berhenti, pelaku langsung menarik motor. Sempat tarik menarik. Tapi, pelaku langsung menyabetkan celurit ke tubuh Hamid. Ajaibnya, sabetan celurit itu justru tidak melukai tubuh Hamid. Meski, seluruh jaket, baju dan kaos dalam yang dia pakai, sobek-sobek.
"Setelah itu saya ambil kontak motor. Saya pegang, saya melawan. Saya sempat pukul beberapa pelaku. Ada yang jatuh saat saya pukul di bagian kepala mereka," paparnya.
Duel sengit pun terjadi. Namun, kali ini jumlah kawanan cukup banyak. Terhitung, enam pelaku mengeroyok Hamid.
"Saya dikeroyok 6 orang. Saya sempat memukul jatuh mereka. Tapi ketika saya coba tendang, saya terpeleset karena jalan sangat licin saat itu," kenangnya.
Di tengah hujan rintik, pelaku ternyata ciut nyali. Terakhir, Hamid sempat meninju wajah pelaku saat terjadi rebutan tas yang ia pakai.
"Tas ini isinya uang buku setoran. Ada Rp 1,5 juta karena memang baru saja akan saya setorkan," urainya.
Melihat korban melawan dan dianggap kebal sabetan celurit, 6 pelaku langsung kabur.
"Satu kawanan naik Suzuki Satria dan Vixion. Saya masih ingat ciri-ciri mereka," tandasnya. [beritajatim]
Sumber (m.inilah..com)
------
Sangar nih pak Hamid
Dikutip dari: http://adf.ly/179gAS


