
Tak mau kalah layaknya komandan jenderal komando pasukan khusus (danjen kopassus) yang sedang menghadapi medan pertempuran, Gubernur DKI Jakarta Jokowi yang kini mencalonkan diri sebagai calon presiden Indonesia ini sudah mengkomandokan relawan tim kopassusnya untuk melakukan operasi serangan baik itu dari darat, udara dan laut untuk memenangi pertempuran jelang Pilpres 2014 yang akan digelar Juli nanti.
Pada wartawan, Jokowi mengungkapkan bahwa pasukannya yang tergabung dalam sandi �Tim Kampanye Nasional Jokowi untuk Presiden� atau relawan tim kopassus lainnya dikomandokan segera melancarkan operasi apa itu serangan darat, udara dan laut. Bahkan dinyatakan, untuk serangan darat sudah beroperasi.
Pastinya dalam hal ini Jokowi tidak mau beberkan taktis operasional manuver serangan yang dilakukan oleh tim kopassusnya untuk memenangkan diri di Pilpres 2014.
Pada wartawan, Jokowi juga mengutarakan meminta kepada tim kopassus pemenangan dirinya di Pilpres 2014 agar segera menyiapkan isu dan informasi menaikkan citra dirinya. Termasuk meminta tim kopassusnya menangkal isu-isu negatif mengenai dirinya.
Meski belum ada penetapan siapa nama cawapres pendampingnya, saat ini Jokowi sudah menyiapkan tim kopassus untuk pemenangan dirinya. Serangan darat sudah bekerja, katanya. Menyusul serangan udara dan laut segera beroperasi, katanya menambahkan. Kayak di operasi militer saja, ada serangan darat, udara dan laut.
Di sini saya mencoba merujuk pada terminologis Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mengenai arti dan makna kata �serangan�. Menurut KBBI, kata �serangan� itu berarti menyerang, menyerbu dan memerangi yang bisa berakibat melukai atau menghancurkan. Menilik penggunaan kata �serangan� yang dipakai Jokowi, di sini mengartikan dan mengisyaratkan bahwa ada pihak lain atau yang setidaknya dianggap musuh oleh Jokowi yang harus diserang, diserbu dan diperangi guna memenangi laga di palagan Pilpres 2014.
Dan saya tidak tahu kata �serangan� itu ditujukan, diarahkan atau siapa yang disasar. Bukan tidak mungkin �serangan� itu akan dilancarkan, ditujukan, diarahkan dan pastinya yang disasar adalah rival politiknya di Pilpres 2014. Bisa jadi apa itu Prabowo Subianto atau nama capres lainnya yang dianggap rival politiknya di Pilpres 2014.
Akhirnya kita jadi ngeri juga ketika ajang pesta demokrasi Pilpres 2014 yang salah satunya sebagai sarana peningkatan pendewasaan berpolitik dan kehidupan berdemokrasi dijalankan dengan cara-cara menggunakan kata �serangan� terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh atau rival politiknya.
Kita pun akan semakin dibuat miris kalau sampai kata komando �serangan� ini dilakukan dengan mengabaikan etika kesantunan berpolitik, dan menghalalkan penggunaan secara cara. Apa jadinya?
Saya pun lalu teringat pada puisi politik karya penyair Fadli Zon berjudul �Pasukan Nasi Bungkus�. Jangan-jangan apa yang tersurat dan tersirat di puisi Fadli Zon ini merupakan respon atas manuver operasi serangan udara, darat atau laut yang dilakukan oleh tim kopassusnya Jokowi.
Tapi saya yakin kok, rakyat Indonesia sekarang sudah pintar, pola pikirnya dewasa, cerdas dan kritis dalam memilah dan memilih siapa sejatinya pemimpin yang punya gagasan visioner untuk Indonesia, siapa sejatinya pemimpin yang hanya mengandalkan pencitraan diri, dan siapa sejatinya pemimpin yang amanah, atau siapa sejatinya pemimpin yang ambisius mengejar kekuasaan.
Mari kita maknai dan kita jadikan Pilpres 2014 ini bukan saja sebagai ajang pesta demokrasi untuk memilih presiden, juga kita jadikan sebagai ajang pendidikan dan pendewasaan berpolitik dan kehidupan berdemokrasi yang sehat dengan menjauhkan dari praktik-praktik politik kotor serangan penghalalan segala cara.
Dan saya yakin, rakyat Indonesia sekarang sudah pintar, cerdas, kritis, dan tidak gampang lagi dibohongi, dimanupulasi dan terprovokasi oleh iming-iming jual kecap operasi kopassus pemenangan capres siapapun itu, apa itu lewat serangan darat, udara, laut atau lewat seangan gorong-gorong yang dilancarkan oleh pihak-pihak yang sengaja menggunakan cara-cara yang justru merusak citra demokrasi itu sendiri di Pilpres 2014.
SUMBER
Siap .... Lakasakan Serangan Darat, Udara dan Laut ...





