SITUS BERITA TERBARU

Beda Pendapat dalam Koalisi bukti Kentalnya Politik Pragmatis

Friday, May 30, 2014

JAVANEWS.CO, Bandung â?? Banyaknya fenomena perbedaan pendapat dalam keputusan koalisi yang diambil ketua umum partai adalah sebuah bukti bahwa kentalnya politik pragmatis di Indonesia.
Menurut pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf fenomena ini terjadi karena koalisi yang dibentuk partai politik dalam mengusung calon presiden-calon wakil presiden dilakukan secara mendadak, tanpa desain yang matang.

â??Pragmatisme berpolitik tersebut menghasilkan perpecahan di internal partai itu sendiri,â?? katanya kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon. Kamis (22/5).

Dikatakan dia munculnya ketidakdisiplinan kader partai itu karena koalisi yang dilakukan cenderung tidak aspiratif.

â??Koalisi yang dilakukan mayoritas partai di Tanah Air hanya berdasarkan keinginan pimpinan partai itu sendiri, tanpa memperhatikan aspirasi di tataran bawah,â?? paparnya.

Seharusnya, lanjut Asep, dalam menentukan arah koalisi, partai harus mempertimbangkan aspirasi dari semua unsur di dalamnya. Tidak hanya itu, untuk menciptakan koalisi yang kuat, harus dirancang sejak jauh-jauh hari.

â??Jadi sebelum hasil pileg diketahui, parpol harus mengetahui arah koalisi. Jika memenuhi presidential threshold bagaimana, jika tidak memenuhi seperti apa,â?? katanya.

SUMBER
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive