Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Bener Bangett tuhh!!! Pemimpin Parpol Dinilai Lakukan Politik Pembodohan

Sunday, May 18, 2014


Tindakan Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Presiden RI dengan tidak mengajukan pemenang Konvensi Capres PD Dahkan Iskan menjadi capres atau cawapres dalam poros koalisi baru yang hendak dibangunnya dengan Partai Gokar dinilai sama saja dengan cara berpolitik Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar terhadap Rhoma Irama.

Hal tersebut disampaikan pakar politik Universitas Indonesia Prof Dr Muhammad Budyatna. Ia menjelaskan sejak awal-awal Muhaimin selalu menegaskan kalau Rhoma adalah capres PKB. Namun dengan dalih perolehan suara PKB dalam Pileg 9 April lalu hanya 10 persen sehingga tak mungkin mengusung Rhoma sebagai capres PKB, malahan Muhaimin dan PKB malah mencapreskan Joko Widodo alias Jokowi.

Hal serupa dilakukan SBY sejak awal proses konvensi yang dikatakannya kalau pemenang konvensilah yang akan diusung PD sebagai capres. Namun dengan dalih yang sama, peserta konvensi dengan elektabilitas dan popularitas rendah yang diajukan sebagai cawapres PD.

�Baik SBY maupun Muhaimin sama-sama telah berhasil membohongi orang-orang yang akan diusungnya menjadi capres. Itulah realitas politik yang mereka lakukan, kalau tidak cerdik maka akan dibodohi. Bukan saja mereka yang ikut konvensi, capres pun ada yang sudah termakan pembodohan yang mereka lakukan,� urai Budyatna kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/5).

Bukan hanya itu, dicontohkannya pula, tindakan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang dinilai telah �melanggar�� perjanjian Batu Tulis poin terakhir yang menyebutkan akan mendukung pencapresan Prabowo Subianto dalam Pemilu 2014 adalah salah satu bentuk pembodohan.

Begitu pula capres Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mana dalam Pilgub DKI Jakarta dua tahun lalu begitu mempromosikan Joko Widodo alias Jokowi. Namun sekarang Prabowo justru menjadi �korban� Jokowi yang kini menjadi lawannya dalam pertarungan Pilpres ini.

�Belum dua tahun menjadi gubernur, Jokowi sebagai petugas partai sudah ditugaskan melawan Prabowo dalam Pilpres nanti. Jadi bisa dikatakan mereka semua adalah korban dari ucapannya sendiri,� tandas Budyatna. (ind)

Sumber: indopos.co.id
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive