
"Aku Tanpamu bagaikan Jokowi Tanpa Ahok". Sederet kalimat yang tertulis di dalam sebuah kaus tersebut menarik minat ratusan pengunjung car free day atau hari bebas kendaraan di Bundaran Hotel Indonesia pada Minggu (4/5/2014) pagi.
Kaus tersebut bukan bagian dari demonstrasi atau sejenisnya. Sekitar 20 orang anak muda pendukung pasangan Jokowi-Ahok dan tergabung dalam Distrik (Distro Politik) mendesain kaus itu sekitar April 2014. Mereka menjadikannya sebagai slogan kampanye dengan menggunakan media kaus oblong.
"Harganya cuma Rp 50.000. Kita enggak cari untunglah. Yang penting buat bahan baku dan ongkos produksi saja. Kita ini sebagai aksi kampanye dan aspirasi dari kami saja," ujar Ginanjar Rahmawan alias Anjar Solo, wirausaha yang ikut menjual kaus itu, kepada Kompas.com, Minggu pagi.
Menurut Anjar, ada beberapa hal yang menyebabkan ia dan anak muda lainnya rela menghabiskan waktu dan tenaganya memproduksi kaus yang tersedia dalam berbagai warna dan ukuran tersebut. Jokowi dan Ahok adalah pasangan pemimpin yang serasi. Sebagai wakilnya di Jakarta, Ahok selalu mendukung kerja Jokowi. Bahkan, pasangan tersebut, seperti yang juga dijadikan desain salah satu kaus, diibaratkan dwi tunggal Ir Soekarno dan Mohammad Hatta.
"Dari berbagai survei, persentase Jokowi-Ahok itu tingkatnya juga tidak beda jauh dari Jokowi-Jusuf Kalla. Jadi memang dua tokoh itu sangat pas memimpin," ujar Anjar.
"Kita ingin mendorong nama Ahok menjadi cawapres. Selama ini kan Jokowi sudah sering lempar kode. Mulai dari pakai baju kotak-kotak bareng, sampai bilang bahwa Ahok itu pekerja yang bagus," lanjut Anjar.
Reza Saryati, penjual lainnya, mengatakan bahwa masyarakat meminati kaus tersebut. Buktinya, meski hanya dipasarkan melalui Twitter dan di komunitas-komunitas pendukung Jokowi dan Ahok, angka penjualannya cukup signifikan, yakni hampir menyentuh 500 kaus.
"Itu baru dipasarkan di Jabodetabek. Rencananya akan kita pasarkan lagi ke luar Jakarta. Sudah banyak yang pesan sih di luar Jakarta. Kita lagi usahakan penuhi permintaan," ujarnya.
Reza berharap tulisan dalam kausnya tersebut memengaruhi persepsi khalayak soal pasangan calon presiden dan wakil presiden yang ideal, yakni Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.
SUMBER
Mantab nih .... JOKOWI - AHOK Memang HEBAT





