RMOL. Ormas Setia Indonesia yang sebelumnya bernama "Indonesia Bisa" menyerukan anggotanya untuk merapatkan barisan dan memenangkan calon presiden yang diusung Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Mari rapatkan kembali barisan kita, satukan semangat dan persatuan buat memenangkan Letjen (Purn) H Prabowo Subianto to be next presiden RI dalam satu putaran, bila ingin bangsa Indonesia lebih baik dan dihormati serta sejajar dengan bangsa-bangsa lain," kata Ketua Umum Setia Indonesia, Asrun Tonga dalam seruan yang dikirim ke redaksi, Senin (12/5).
Menurut Asrun, dukungan bagi Prabowo diperlukan untuk menjamin kemandirian ekonomi, kedaulatan wilayah dan terciptanya situasi damai dalam kebhinekaan di Indonesia.
"Jangan biarkan Indonesia diatur dan dikendalikan serta dibeli sekelompok orang yang ingin menguasai ekonomi bangsa dan menjadikan kita penonton dan budak di rumah sendiri, jangan terpengaruh apalagi tertipu sebelum menyesal di kemudian hari," imbaunya.
Ormas Setia Indonesia yang sebelumnya bernama "Indonesia Bisa" dikenal sebagai pendukung dan relawan SBY-JK diawal naiknya SBY di tahun 2004. Ormas yang beranggotakan ribuan relawan di seluruh tanah air itu fokus dalam penggarapan di bidang potensi ekonomi dan pemberdayaan sumber daya manusia di daerah-daerah. [rus]
http://politik.rmol.co/read/2014/05/12/154948/Pendukung-SBY-Berbalik-Dukung-Prabowo-
Sudah di uji diforum intelektual
Forum Rektor: Prabowo Dinilai Paling Konkret
Ketua Forum Rektor tahun 2013 Prof Dr Laode Masihu Kamaludin menilai Prabowo Subianto adalah calon presiden dengan program paling konkret dibandingkan capres lainnya.
"Mari rapatkan kembali barisan kita, satukan semangat dan persatuan buat memenangkan Letjen (Purn) H Prabowo Subianto to be next presiden RI dalam satu putaran, bila ingin bangsa Indonesia lebih baik dan dihormati serta sejajar dengan bangsa-bangsa lain," kata Ketua Umum Setia Indonesia, Asrun Tonga dalam seruan yang dikirim ke redaksi, Senin (12/5).
Menurut Asrun, dukungan bagi Prabowo diperlukan untuk menjamin kemandirian ekonomi, kedaulatan wilayah dan terciptanya situasi damai dalam kebhinekaan di Indonesia.
"Jangan biarkan Indonesia diatur dan dikendalikan serta dibeli sekelompok orang yang ingin menguasai ekonomi bangsa dan menjadikan kita penonton dan budak di rumah sendiri, jangan terpengaruh apalagi tertipu sebelum menyesal di kemudian hari," imbaunya.
Ormas Setia Indonesia yang sebelumnya bernama "Indonesia Bisa" dikenal sebagai pendukung dan relawan SBY-JK diawal naiknya SBY di tahun 2004. Ormas yang beranggotakan ribuan relawan di seluruh tanah air itu fokus dalam penggarapan di bidang potensi ekonomi dan pemberdayaan sumber daya manusia di daerah-daerah. [rus]
http://politik.rmol.co/read/2014/05/12/154948/Pendukung-SBY-Berbalik-Dukung-Prabowo-
Sudah di uji diforum intelektual

"Capres lain hanya menyebut judul besar. Inilah capres yang bisa sampai detail menjelaskan program yang diusungnya," kata Laode dalam pengukuhan dukungan 500 guru besar dan akademisi seluruh Indonesia untuk Prabowo maju sebagai calon presiden di Jakarta, Rabu.
Menurut Laode masalah utama Indonesia adalah efisiensi keuangan negara dan sistem pemerintahan yang harus menganut tata pemerintahan yang baik.
Dia menegaskan dukungan para guru besar dan akademisi terhadap Prabowo adalah atas kesadaran sendiri dan tidak dibayar.
Prabowo mengatakan, keuangan negara saat ini dikelola kurang efisien sehingga menyebabkan kebocoran dan mengurangi pendapatan negara.
"Total kebocoran anggaran negara saat ini adalah Rp1.160 triliun dengan rincian Rp360 triliun kehilangan potensi pajak, Rp500 triliun kebocoran anggaran negara dan Rp300 triliun anggaran negara untuk subsidi," kata Prabowo di depan para guru besar emeritus dan cendekiawan yang mendukung pencapresannya.
Menurut Prabowo, inefisiensi keuangan negara adalah masalah manajemen dan pengelolaan. "Kunci kebangkitan bangsa adalah hentikan kebocoran keuangan negara, ubah sistem jangan lagi kekayaan kita mengalir ke luar negeri. Bayangkan Indonesia akan punya devisa Rp1.000 trilun, banyak yang bisa kita lakukan," katanya.
Prabowo juga mengkritik kebijakan impor pangan Indonesia yang menurutnya sangat merugikan petani lokal.
"Pepaya, ikan, jagung, garam semua diimpor. Petani kita sebagai produsen sudah patah semangat. Kita adalah bangsa yang mampu. Bangsa Indonesia harus jadi bangsa yang produktif," kata Prabowo. (ant)
http://www.visibaru.com/index.php/po...g-konkret.html


