Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

[Terkutuklah Bawaslu!] Bawaslu Tak Temukan Pelanggaran Pilpres

Friday, August 8, 2014
http://www.beritasatu.com/nasional/2...n-pilpres.html

Jumat, 08 Agustus 2014 | 10:02 Email
Bawaslu Tak Temukan Pelanggaran Pilpres


Pasangan capres-cawapres nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan tim kuasa hukum Mahendradatta (kiri) dan Maqdir Ismail (kanan) dalam sidang gugatan Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK). (Suara Pembaruan/Ruht Semiono) (sumber: Suara Pembaruan)

Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nelson Simanjuntak mengatakan pihaknya tidak menemukan adanya praktik pelanggaran dalam pemilu presiden pada 9 Juli lalu.

Laporan terkait adanya dugaan kecurangan Pilpres sebagaimana dituduhkan kubu Prabowo-Hatta di sidang Mahkamah Konstitusi tidak pernah dilaporkan ke Bawaslu.

"Bawaslu tidak menemukan adanya pelanggaran pilpres seperti yang dituduhkan dilakukan secara sistematis, terstruktur dan masif. Sampai sekarang Bawaslu juga tidak ada menerima laporan sebagaimana dituduhkan," ujar Nelson kepada SP di Jakarta, Jumat (8/8).

Nelson menjelaskan, dalam sidang lanjutan MK hari ini, Bawaslu akan menjelaskan proses penyelanggaraan pilpres. Juga akan menjelaskan apa saja yang dilakukan Bawaslu dalam melakukan pencegahan dan menindak bila ditemukan pelanggaran.

Dikatakan, Bawaslu turut mengawasi hampir separuh TPS yang ada di seluruh nusantara. Bila menemukan adanya kejanggalan dalam proses perhitungan dan rekapitulasi suara maka Bawaslu langsung melakukan tindakan koreksi terhadap penyelanggara pilpres.

Bawaslu, katanya, juga tidak segan-segan menjatuhkan sanksi bila menemukan dan menerima laporan kecurangan pilpres.

"Penjatuhan sanksi kalau ada melanggar unsur pidana pemilu. Itu kami lakukan untuk proses pilpres berlangsung demokratis," katanya.

Nelson menyebutkan, ada dua hal yang disampaikan dalam sidang MK nanti. Pertama, tidak ada pelanggaran pilpres seperti yang dituduhkan kubu capres Prabowo-Hatta. Dalam Pilpres lalu hanya ada dua kubu dan sebagian besar kepala daerah mendukung nomor satu.

"Memang ada temuan oknum kepala daerah yang yang mencoba mempengaruhi pemilih. Itu terjadi seperti di Jateng dan Maluku. Walaupun tidak banyak Bawaslu sudah melakukan penindakan," jelasnya.

Kedua, yang akan disampaikan di MK nanti adalah bahwa perhitungan dan rekapitulasi suara merupakan tugas KPU dan telah dilakukan secara berjejang mulai TPS hingga KPU Pusat.

Sehingga Nelson menyatakan Pilpres telah berlangsung demokratis.

Terkutuklah Bawaslu karena telah suudzon pada SuBi SWT



Dikutip dari: http://adf.ly/qx4Sb
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive