
"Saya harap uang ini dapat digunakan untuk mengurangi risiko merokok yang tinggi di Turki dan Indonesia, menurunkan tingkat obesitas di Meksiko, mengurangi kemacetan di Rio de Janiero, meningkatkan keamanan jalan di India, mencegah kematian ibu melahirkan di Tanzania, dan membantu kota-kota di seluruh dunia untuk menjadi lebih ramah lingkungan dan memberikan layanan yang lebih efisien," kata Michael dalam pernyataannya, seperti dilaporkan Sidney Morning Herald, Senin, 25 Agustus 2014.
Orang terkaya ke-16 di dunia versi Forbes itu akan lebih memprioritaskan sumbangannya kepada negara-negara yang membutuhkan banyak bantuan. Rencananya, uang itu akan ia sumbangkan ke yayasan miliknya, Blooomberg Philanthropies, dalam program antirokok di 15 negara, termasuk Indonesia, Rusia, Cina, dan India.
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah perokok di Turki menurun menjadi 32 persen pada 2008 dan 27 persen di 2012. Jumlah perokok laki-laki juga menurun hingga 41 persen dari 48 persen tahun lalu.
"Saya bangga melihat kampanye antirokok di Turki menunjukkan hasil yang baik dengan nilai investasi mencapai US$ 7 juta," kata Bloomberg.
Tahun lalu, Bloomberg juga merelakan hartanya sebesar US$ 452 juta untuk membantu sesama. "Jika tidak disumbangkan, untuk apa lagi uang itu saya simpan?" katanya.
sumber:
malu ga sih mereka menyumbang untuk kita? padahal kita sendiri seharusnya bisa kan ya
Dikutip dari: http://adf.ly/rbios


