
JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) blak-blakan mengungkapkan alasannya tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal tersebut disampaikan oleh SBY melalui akun pribadinya di laman Youtube yang baru dibuat hari ini, Jumat 29 Agustus 2014.
Dalam wawancara singkat di jejaring sosial tersebut, SBY membeberkan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya selama 10 tahun terakhir sudah beberapa kali memangkas harga BBM bersubsidi.
"Masalah subsidi BBM selalu dihadapi dari satu pemerintahan ke pemerintahan yang lain. Bagi negara yang menganut sistem kapitalistik, subsidi itu tidak disukai. Tapi, saya berpendapat lain. Di Indonesia masih ada saudara-saudara kita yang miskin, yang daya belinya rendah," jelas dia.
Dia mengungkapkan, ada plus dan minus dari kenaikan harga BBM. Dampak negatif itu yang SBY khawatirkan.
"Pemerintah yang saya pimpin beberapa kali melakukan kenaikan harga BBM, naikkan tarif listrik, pangkas anggaran. Tahun 2013, harga BBM kita naikkan, rata-rata 33 persen. Tahun ini menaikkan TDL, Pertamina juga naikan elpiji 12 kg," jelas dia.
"Pemerintah tahun ini juga melakukan pemotongan anggaran dalam jumlah yang signifikan. Kita minta pemotongan Rp100 triliun, akhirnya dikurangi Rp43 triliun. Dan, akhirnya defisit bisa kita turunkan," ungkap SBY.
SUMBER.............
Dikutip dari: http://adf.ly/rZwVn


