
Sepuluh anggota Kepolisian Resor Pemalang ditangkap tim Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Jawa Tengah karena diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap para sopir kendaraan berat di Jembatan Comal.
"Penangkapannya pada Sabtu dini hari, 9 Agustus 2014," kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Komisaris Besar Lilik Darmanto, kepada Tempo pada Ahad siang, 10 Agustus 2014. Dari sepuluh anggota itu, enam di antaranya sudah berstatus sebagai terperiksa atau tersangka. (Baca: Jembatan Comal Ambles, Harga Makanan Naik 5 Persen)
Adapun empat anggota lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Jika terbukti turut melakukan pungli, keempat anggota itu juga akan ditetapkan sebagai terperiksa atau tersangka. Dari sepuluh anggota dari Satuan Lalu Lintas Polres Pemalang tersebut, dua di antaranya berpangkat Ajun Inspektur Dua dan Brigadir Satu. (Baca: Jembatan Comal Ambles, Macetnya Sampai ke Nagreg)
Lilik menjelaskan, barang bukti yang disita berupa uang tunai Rp 900 ribu. Dari hasil pemeriksaan sementara, kata dia, para anggota berstatus terperiksa itu memungut uang dari para sopir truk berat dengan kisaran Rp 100-300 ribu.
Namun Lilik belum bisa memastikan sudah berapa hari praktik pungli di Jembatan Comal itu berlangsung. Selain dari laporan masyarakat, praktik pungli itu juga terendus oleh penyelidikan internal Polda Jawa Tengah. "Sanksi terberatnya mereka bisa ditahan dalam sel khusus di Polda selama 21 hari," ujar Lilik.
Informasi yang dihimpun Tempo dari sejumlah warga di sekitar Jembatan Comal, pungli terhadap para sopir truk berat itu berlangsung secara terang-terangan. "Banyak warga yang melihat. Tapi kami bisa apa," kata seorang warga Desa Jatirejo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, yang meminta dirahasiakan identitasnya.
Seperti diketahui, Jembatan Comal hanya boleh dilalui kendaraan dengan berat maksimal 10 ton. Sebab, jembatan di Jalur Pantai Utara yang menghubungkan Kabupaten Pemalang dan Pekalongan itu masih dalam proses perbaikan secara darurat.
Walhasil, truk tronton dan kontainer yang melintasi Jalur Pantura musti dialihkan melalui jalur selatan. Kendati demikian, banyak kendaraan berat yang nekat melaju di Jalur Pantura. Dengan menyuap anggota polisi yang berjaga di mulut Jembatan Comal, truk-truk besar itu bisa melintasi Jembatan Comal di atas pukul 00.00.
SUMBER
tanggapanya agan dan mbaknya gimana nih ?
ayolah para aparat kepolisian berlaku jujur lah jangan ada pungli atau sejenisnya kasian juga itu para spir kan juga punya keluarga yang harus di kasih makan pak, kalo kaya begini kan jadinya susah untuk mulai percaya saa aparat kepolisian
Dikutip dari: http://adf.ly/r0Xni


