PDI Perjuangan Pemenang Pemilu Legislatif 2014
Pemilu Umum Legislatif telah usai. Di antara situasi yang seragam, ada beberapa yang memberi warna berbeda. Di Bojonegoro, misalnya, warga berinisiatif membuat tempat pemungutan suara (TPS) seperti lorong hantu. Beberapa TPS lain mengekspresikan dengan cara berbeda. Bagi mereka, Pemilu bukan sebatas mencoblos tanda gambar, tetapi pesta.
Sejak pukul 18.00 WIB tadi, mayoritas penghitungan suara telah selesai. Hasil penghitungan cepat (quickcount) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sukses meraup kemenangan dengan kisaran 19 sampai 21 persen. Bagi mereka yang mencermati usaha-usaha PDIP selama ini, hasil ini tidak mengagetkan. PDI Perjuangan memang sangat serius mempersiapkan pemilu.
Dalam sepuluh tahun terakhir, PDI Perjuangan rela berada di luar pemerintahan. Oposisi. Beberapa kader ditawari untuk menduduki kursi kabinet, kesemuanya ditolak. Ketua umum Megawati Soekarno Putri meminta semua kader untuk fokus membesarkan partai. Kader yang duduk di DPR RI diminta kritis terhadap kebijakan Susilo Bambang Yudhoyono.
Sementara di bawah, PDIP bekerja keras untuk merebut posisi kepala daerah. Hasilnya sangat bagus. Sekitar 40 persen kepala daerah berhasil dikuasai oleh PDI Perjuangan. Saat ini saja, kader PDI Perjuangan menempati jabatan gubernur di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah. PDI Perjuangan luput di provinsi Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sedangkan di tingkat kabupaten atau kota, kepal a daerah dari PDI Perjuangan berjumlah puluhan.
Sebagai partai yang lama berkiprah, PDI Perjuangan memiliki jaringan cukup luas. PDI Perjuangan memiliki infrastruktur pendukung mulai tingkat pusat sampai tingkat desa. Kaderisasi juga tidak terlalu menjadi persoalan. Ada organisasi pendukung di tingkat perguruan tinggi (GMNI) maupun di tingkat pelajar (GSNI). Keberadaan organisasi-organisasi tersebut membuat PDIP tidak pernah kekurangan kader usia muda. Terlebih, badan diklat juga jalan.
Kedekatan PDI Perjuangan terhadap akar rumput sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.
Di antara beberapa poin di atas, tentu saja paling penting adalah kebersamaan melalui mesin partai. Faktor ini pula yang dinilai melatarbelakangi kemenangan PDI Perjuangan di Jawa Barat (berdasarkan quick count, meraup 23 persen).
"Saya meyakini bahwa ini merupakan kerja mesin partai. Itu tidak lepas dari konsep Bu Mega tentang 10 tahun ini 'puasa' dalam posisi oposisi. Kami menggerakkan struktur partai secara baik. Mesin partai saling percaya, jajaran struktural berjalan baik, dan menjadi barometer Jabar itu," tutur Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Tubagus Hasanuddin, Rabu (9/4/2014).
Sumber: http://m.beritajatim.com/sorotan/203539/kemenangan_pdi_perjuangan_tak_mengejutkan.html


