Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

"kemana hak kami?? apa karna PEMILU??!?"

Monday, May 26, 2014
Jakarta, Aktual.co â?? Sekitar 1.000 mantan karyawan BNI yang mengundurkan diri atau berhenti bekerja karena kondisi kerja, kini resah karena hak jasa produksi (jasprod) tahun 2013 belum mereka terima dan diduga uangnya menguap untuk kampanye partai politik tertentu.

"Kami menduga dana jasa produksi BNI tahun 2013 yang seharusnya kami terima pada akhir Maret 2014 tapi menguap tidak jelas. Kami menduga digunakan untuk dana kampanye partai politik tertentu yang dekat dengan Dirut BNI karena saat itu memang masa kampanye," kata Mohammad Iqbal, juru bicara sekitar 1000 mantan karyawan BNI, di Jakarta, Jum'at (23/5).

Periode pertengahan 2013 hingga awal 2014, diperkirakan ada sekitar 1.000 karyawan tetap BNI yang keluar atau berhenti kerja akibat kondisi kerja yang tidak nyaman.

Menurut mereka, ini merupakan rekor tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Kami semua masih bekerja dan berkontribusi pada PT BNI Tbk hingga meraih laba bersih Rp9,05 triliun pada 2013 atau naik 28 persen dibandingkan laba bersih 2012 sebesar Rp7,05 triliun," ucap Iqbal.

"Karena pada 2013, kami semua masih bekerja. Jadi kami berhak mendapatkan Jasprod BNI 2013. Apalagi tahun-tahun sebelumnya, mantan karyawan BNI selalu mendapatkan Jasprod ketika masih bekerja," tambah Iqbal, yang telah menjadi karyawan tetap BNI selama tiga tahun.

Menurut dia, jika minimal mantan karyawan berhak menerima Jasprod sekitar Rp20 juta maka sekitar Rp20 miliar (dari sekitar 1.000 mantan karyawan) dana Jasprod yang menguap entah kemana.

"Pada tanggal 24 Maret 2014 keluar keputusan Direksi BNI tentang yang berhak menerima Jasprod 2013 adalah karyawan yang masih berstatus karyawan hingga 31 Maret 2014. Itu artinya, karyawan yang keluar pada pertengahan tahun 2013 hingga awal tahun 2014 tidak menerima Jasprod 2013. Padahal mereka masih bekerja dan punya kontribusi atas laba BNI tahun 2013," terangnya.

Ia memberikan contoh, Agus Prasetyo, mantan karyawan BNI dan sudah mengabdi selama 15 tahun, kemudian mundur dan keluar tahun 2013, mengaku bahwa masih menerima Jasprod tahun 2012.

"Karena tahun 2012, saya masih karyawan dan bekerja di BNI maka saya menerima Jasprodnya pada Maret 2013, walaupun saya mundur pada awal tahun 2013," kata Agus.

Sedangkan Debi, mantan karyawan BNI yang keluar dari BNI awal Maret 2014 ternyata tidak menerima Jasprod tahun 2013. "Padahal saya bekerja penuh pada tahun 2013," ujar Debi.

Ketika dikonfirmasi kepada Ketua SP BNI Agus Setia Permana membenarkan pengaduan para mantan karyawan BNI. "Mereka biasanya masih menerima Jasprod tahun sebelumnya, walaupun sudah keluar atau tidak aktif sebagai karyawan BNI mulai awal tahun 2014," katanya.

Ketua SP BNI mengakui kaget secara tiba-tiba keluar surat edaran ketentuan penerimaan Jasprod tanggal 24 Maret 2014 dan esoknya langsung dieksekusi pembagian Jasprod tahun 2013.

Namun dalam edaran direksi tercantum syarat penerima Jasprod tahun 2013 adalah karyawan yang masih aktif hingga 31 Maret 2014.

"Padahal mantan karyawan yang masih bekerja di tahun 2013 masih punya hak menerima Jasprod karena laba BNI tahun itu karena dedikasi mereka juga. Tahun-tahun sebelumnya, para mantan karyawan BNI masih menerima Jasprod tahun sebelumnya karena masih bekerja dan produksi," kata Ketua SP BNI Agus Setia Permana.

Ketika dikonfirmasi Humas BNI Tbk Mahendra mengatakan, belum tahu detil kasus ini dan meminta untuk dikirimi pertanyaan tertulis tentang pengaduan sekitar 1.000 mantan karyawan BNI yang tidak menerima Jasprod tahun 2013.

Sementara itu sekitar 1.000 mantan karyawan BNI akan mengambil langkah somasi dan jalur hukum jika Direksi BNI masih tetap tidak mau negosiasi dan berdialog dengan mereka soal hak Jasprod tahun 2013.

sumber : http://www.aktual.co/sosial/233300sp...d-eks-karyawan

http://m.aktual.co/sosial/172427belu...ni-mulai-resah
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive