Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

LPM Riau Terinspirasi Budi Daya Kambing Etawa

Wednesday, February 12, 2014

SEKILAS sosok anak muda ini seperti warga kampung biasa. Berbaju kaos oblong dan memakai sandal jepit butut saat menyambut kedatangan rombongan studi banding Pengurus DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinisi Riau di Dusun Kerta Raharja, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (9/2/2014).

Sejatinya dia adalah orang luar biasa. Namanya Hakamah, sarjana kedokteran hewan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta lulusan tahun 2009. Lulus dari kampus top dan bergengsi di Pulau Jawa itu, Hakamah tidak bercita-cita menjadi PNS. Dia langsung pulang ke kampungnya di Dusun Kertas Harja dan menjadi sarjana penggerak pembangunan desa (SP3D).

Kampungnya yang hening dan masih perawan berada di kawasan kaki gunung Rinjani atau sekitar 42 kilometer dari Kota Mataram, ibukota NTB. Tidak mudah mencapai kampung yang berjarak 1 kilometer dari Air Terjun Gangga (Gangga Water Fall) itu. Rombongan DPD LPM Riau yang dipandu pihak Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) terpaksa jalan kaki 2 km untuk sampai di sana, karena bus yang dicarter enggan mengantar sampai ke dusun itu. Sebelumnya jalan yang dilewati juga cukup membuat jantung berdetak kencang.

Jalan tepian pantai yang kadang-kadang curam dan di satu sisinya perbukitan yang baru saja longsor di beberapa titik usai di siram hujan deras semalaman. Dilanjutkan lagi jalan mendaki terjal sejauh 7 km dan hanya cukup untuk 1 mobil lebih sedikit. Bus ukuran 3/4 yang membawa rombongan harus berjalan pelan dengan persneling satu seraya bermanuver menghindari dahan pohon jambu monyet yang kadang menghalangi.

Di desa ini, tepatnya di Dusun Kerta Raharja, Hakamah (25), bergelut dengan usaha pembudidayaan kambing Peranakan Etawa (PE) sejak 2010.

Semuanya berawal dari bantuan pemerintah Rp100 juta, dia membeli 44 ekor bibit kambing PE, empat diantaranya adalah pejantan. Kini, dalam rentang 4 tahun kambing yang dikelola Hakamah bersama masyarakat Dusun Kerta Raharja dan sekitarnya telah berjumlah 600 ekor.

Dengan keberhasilannya ini, Hakamah mengaku beberapa kali ditawari menjadi PNS Pemprov dan Pemkab setempat. Bahkan pihak Universitas Mataram yang menjadi mitra Hakamah membina masyarakat juga merayunya untuk menjadi dosen. Namun Hakamah kokoh untuk tetap ingin mendampingi masyarakat kampungnya untuk meningkatkan taraf kehidupan. Dia yakin sumber kehidupan dan rezeki itu ada di desa, bukan hanya di kota.

Kini hari-hari Hakamah disibukkan dengan urusan ternak kambing, yang bisa menghasilkan air susu tersebut. Mulai dari perencanaan pengembangbiakan, hingga penjualan.

Kini, lebih dari 150 orang telah terlibat dalam usaha tersebut. Dan hampir 1.000 orang mengantri untuk bisa bergabung dengan usaha yang dirintis oleh Hakamah tersebut. Padahal pada 2010, saat usaha itu dirintis, hanya ada 20 orang yang mau bergabung dalam kegiatan itu. Banyak yang antre ingin bergabung, namun jumlah kambing yang kami miliki belum cukup untuk dibagi ke seluruh peminat, cerita Hakamah.

Lebih Untung
Bagi Hakamah, kambing Peranakan Etawa dinilai lebih menguntungkan dibanding ternak sapi, seperti yang sedang digalakkan pemerintah NTB. Alasannya, karena perkembangbiakan kambing Peranakan Etawa lebih cepat dibanding sapi. Dalam dua tahun, kambing bisa beranak 3 kali. Harga bibit PE tiga bulan saja mencapai Rp1,5 juta per ekor.

Belum lagi, katanya, setiap ekor Peranakan Etawa bisa menghasilkan susu hingga 1 liter setiap hari dengan harga Rp30.000 per liternya. Masyarakat di sini lebih terbiasa beternak kambing dibanding sapi. Karena mereka sudah sejak lama beternak kambing kacang. Namun karena hasilnya kalah dibanding Etawa, mereka pun beramai-ramai beralih beternak kambing Peranakan Etawa," tambah Hakamah.

Ketua DPD LPM Riau, Rusli Ahmad mengaku sangat terinspirasi dengan kerja keras Hakamah ini. Rusli yang juga Ketua Komisi B DPRD Riau ini ingin mengadopsi pembudidayaan kambing PE ini untuk masyarakat di desa-desa di Riau.

"Ini harus kita contoh untuk pemberdayaan masyarakat desa di Riau. Kita programkan melalui Pemprov untuk membeli bibit kambing PE ini. Bagaiman cara penyaluran dan pembinaannya nanti dikaji melalui DPD LPM Riau," katanya.(asril darma)

http://www.halloriau.com/read-ekonom...g-etawa--.html
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive