
Banyaknya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Jatim, kata Saifullah, mendorong pemerintah provinsi menyediakan stok anggaran Rp 50 juta untuk tiap-tiap kabupaten/kota yang terkena bencana. Anggaran itu untuk membeli makanan, selimut, dan obat-obatan bagi para korban bencana.
Besar anggaran masih bisa bertambah sesuai kebutuhan dan permintaan bupati ataupun wali kota di wilayah bencana. Sejumlah daerah di Jatim yang dilanda bencana antara lain Jombang, Malang, Situbondo, dan Pasuruan. "(Korban) Bencana alam menjadi tanggung jawab provinsi. Anggaran bisa disesuaikan permintaan bupati di daerah terkena bencana. Jika mendesak dan masih ada yang kurang bisa disesuaikan."
Banjir dan tanah longsor di beberapa daerah, kata Syaifullah, mengganggu alur transportasi antarkota dan kabupaten. Misalnya banjir bandang di Desa Ngantang, Kecamatan Pujon, Malang, pada 1 Februari lalu. Longsornya jalan membuat akses lalu lintas ke Malang-Kediri atau sebaliknya terputus.
Selain itu, jalan Pantai Utara Jawa dari Surabaya hingga Banyuwangi juga terhambat oleh banjir bandang di Gunung Ringgit, Kabupaten Situbondo. "Pakde Karwo (Gubernur Soekarwo) hari ini ke Situbondo untuk melihat secara langsung para korban dan lokasi bencana."
Sumber


