Mohammad Javad Zarif mengatakan kesepakatan bisa dicapai dalam batas waktu enam bulan yang ditetapkan ketika Iran setuju untuk menghentikan aktivitas pengayaan uranium yang paling sensitif sebagai imbalan atas pengurangan sanksi Barat.
"Kita harus menggunakan enam bulan yang kita miliki untuk mencapai kesepakatan karena jika kita kehilangan momentum enam bulan, publik akan berayun ke sisi lain," kata Zarif di Dewan Hubungan Luar Negeri Jerman di Berlin.
"Saya percaya bahwa kita dapat melakukannya pada 20 Juli," katanya sambil menambahkan bahwa Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman telah sepakat untuk mengadakan pertemuan tingkat tinggi sekali sebulan ditambah pertemuan para ahli di antara keduanya. Putaran berikutnya pembicaraan nuklir akan berlangsung di Wina pada 18 Februari.
Iran merasa persepsi pada Teheran yang membantah memiliki nuklir menimbulkan ancaman bagi keamanan karena kekuatan lain di wilayah ini mungkin ingin mencocokkan kemampuannya.
Dia juga memperingatkan meningkatnya ekstrimisme di Timur Tengah, dipicu oleh konflik di Suriah, dimana Iran telah berpihak pada pemerintah Bashar Assad dan Arab Saudi serta negara-negara Teluk telah mendukung beberapa kelompok militan Sunni melawan Assad.
Iran akan siap untuk menggunakan pengaruhnya pada Damaskus untuk gencatan senjata dan penarikan pejuang asing. "Jika Anda dapat membujuk mereka untuk menghentikan pertempuran, kita dapat membujuk mereka untuk menghentikan pertempuran dan mengakhiri pertumpahan darah," katanya.
Tapi Zarif membatalkan setiap gagasan bahwa Iran mungkin akan menjatuhkan sekutunya di Damaskus. "Ilusi bahwa Assad bisa dijatuhkan," katanya.
sumber


