
Dilansir The register, Selasa (28/1/2014), meteorit pada peristiwa yang dinamakan Tunguska ini menjadi perhatian para ilmuwan.
Peneliti menganalisis sampel batuan Mars dengan fragmen Tunguska. Event Tunguska ini tercatat dalam sejarah sebagai dampak meteor terbesar yang pernah menghantam Bumi. Sejak benda luar angkasa tersebut jatuh ke Bumi, ilmuwan berdebat mengenai apakah ini merupakan komet atau meteor.
Ilmuwan juga mencari tahu apakah asteroid ini langsung menabrak permukaan Bumi atau meledak di atmosfer. Dampak yang ditimbulkan terbilang parah, menyebabkan hancurnya hutan di wilayah Siberia yang memiliki area seluas 2.150 kilometer persegi.
Peneliti Rusia percaya bahwa sisa-sisa dampak hantaman Tunguska, persis dengan batuan yang ditemukan di Mars oleh rover NASA Curiosity. Meskipun demikian, kebenaran bahwa asteroid Tunguska ini berasal dari Mars masih harus diteliti lebih lanjut.
Peneliti akan menganalisis sekira 120 meteorit Tunguska dengan komposisi sampel batuan yang ditemukan di planet merah.
link sumber


