TRIBUNNEWS.COM.SURABAYA, - Entah kebetulan atau tidak, seorang bocah yang tenggelam selama 20 jam di dasar sungai Kalimas Surabaya, jasadnya muncul ke permukaan dengan sendirinya Senin (21/4/2014).
Sigit Prasetyo (13) tiba-tiba muncul tepat di dekat bantal kesayangan yang dilempar ibunya ke sungai. Peristiwa itu membuat tim SAR yang bekerja keras sejak kemarin, terkagum-kagum.
"Padahal kita sudah berupaya maksimal untuk mencari korban di sungai maupun di sisi darat," kata Kepala Tim SAR, Chandra Urat Mangun.
Pencarian korban diakuinya memang terkendala, selain air yang cukup deras, juga dasar sungai yang berlumpur. Tim SAR berupaya dengan membuat ombak agar lumpur mencair, juga berusaha mencari korban di darat, namun tidak membuahkan hasil.
Sigit Prasetyo (13) tiba-tiba muncul tepat di dekat bantal kesayangan yang dilempar ibunya ke sungai. Peristiwa itu membuat tim SAR yang bekerja keras sejak kemarin, terkagum-kagum.
"Padahal kita sudah berupaya maksimal untuk mencari korban di sungai maupun di sisi darat," kata Kepala Tim SAR, Chandra Urat Mangun.
Pencarian korban diakuinya memang terkendala, selain air yang cukup deras, juga dasar sungai yang berlumpur. Tim SAR berupaya dengan membuat ombak agar lumpur mencair, juga berusaha mencari korban di darat, namun tidak membuahkan hasil.
"Standarnya, jenazah korban tenggelam akan muncul otomatis jika sudah 18 jam, tapi ini sampai 20 jam lebih, dan muncul tiba-tiba setelah dilempar bantal," tambahnya.
Minggu siang kemarin sekitar pukul 12.00 WIB, warga Kedondong Kidul I/77 Surabaya itu tenggelam ke dasar Sungai Kalimas saat bermain bersama empat rekannya. Keempat rekannya yang takut melapor ke polisi akhirnya pulang ke rumah dan menginformasikan kepada keluarga.
Sekitar pukul 15.00 WIB, setelah mendapat laporan dari keluarga, Polsek Genteng bersama Tim SAR mulai melakukan pencarian. Minggu malam, pencarian dihentikan, dan pagi tadi mulai dilanjutkan kembali.
sumber
semoga si ibu di beri ketabahan



