SITUS BERITA TERBARU

Mencemaskan, Politisi PDIP Turun Ramai2 "ngompori" Buruh Saat May Day Besok!

Wednesday, April 30, 2014
Buruh Tuntut Tiga Layak di Mayday 1 Mei
Selasa, 29 April 2014

JAKARTA � Peringatan Hari Buruh Sedunia atau Mayday pada 1 Mei 2014 nanti memiliki arti yang penting , karena pada Mayday kali ini merupakan momen krusial di Indonesia terkait dua situasi politik yang sangat penting, yaitu adanya transisi kekuasaan baik di lembaga legislatif, serta pergantian pimpinan nasional.

Selain itu, Indonesia mulai 2015 memasuki era pasar bebas ASEAN. �Makanya dalam rangka menyambut Mayday para buruh akan melakukan tiga layak untuk buruh atau pekerja Indonesia, yaitu kerja layak, upah layak, dan hidu layak,� tegas politisi PDIP Riek Diah Pitaloka di gedung DPR RI, Selasa (29/4).

Selain itu dalam peringatan Mayday tahun ini, disaaikan Rieke pula, kaum buruh bersama elemen rakyat menolak kenaikan tarif dasar listrik, khusus rumah tangga maupun Industri. Rieke beralasan, kebijakan kenaikan harga energi ini tidak boleh jadi solusi atas ketidakmampuan pemerintah mengelola energi nasional untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia . Menurutnya, yang pertama kali harus dilakukan adalah memperbaiki manajemen pengelolaan energi serta memberantas mafia minyak, gas dan listrik.

�Yang jelas dalam Mayday nanti, kami akan sampaikan tiga tuntutan buruh, yaitu kerja layak, upah layak, serta hidup layak. Kerja layak yang dimaksud adalah kepastian kondisi kerja yang berkeadilan yaitu harus menghapus sistem kerja kontrak dan autsourcing yang merupakan praktek perbudakan,� tutur Rieke.

Sedangkan upah layak maksudnya dengan adanya kepastian penghargaan terhadap tenaga kerja dari pekerjaan yang dijalannya. Sementara yang dimaksud dengan hidup layak adalah sebagai kondisi yang lahir dari kerjaa layak dan upah yang layak bagi buruh dan pekerja tidak boleh hanya bersandar pada upah yang diterimanya saja.

�Dalam hal ini pemerintah harus dapat menjamin tersedianya kebutuhan pokok yang terjangkau, yaitu dengan adanya kenaikan upah setiap tahunnya. Sehingga para buruh dapat memperoleh tiga layak itu, yakni kerja layak, upah layak, dan hidu layak,� pungkas Rieke
http://www.indopos.co.id/2014/04/bur...day-1-mei.html

Peringati Mayday, Ganjar akan Manjakan Buruh

GUBERNUR JATENG KE KPUGubernur Jateng, Ganjar Pranowo (kiri) saat mengecek persiapan KPU Jateng, beberapa waktu lalu. Prast WD/Jateng Pos
Selasa, 29 April 2014 Berita Pilihan / Berita Utama / Nasional | Uploader Agus
SEMARANG�Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo mengaku akan memanjakan para buruh Jawa Tengah saat Hari Buruh Internasional pada 1 Mei mendatang. Ganjar akan berusaha mengubah Hari Buruh yang identik dengan unjuk rasa dengan kegiatan lain yang lebih positif.

Ganjar mengatakan, aksi itu pun seringkali berpotensi menimbulkan keributan. �Demonstrasi memang bukan kegiatan yang dilarang karena merupakan bagian dari proses demokrasi. Tapi akan lebih baik jika dilakukan secara tertib� katanya.

Pada 1 Mei besok, katanya, Jawa Tengah membuat satu terobosan dengan memberikan ruang, kesempatan, serta fasilitas kepada para buruh, agar mereka bisa menikmati jerih payah, refreshing, dan bergembira setidaknya sekali dalam satu tahun. Beberapa kegiatan pun dilangsungkan, mulai dari lomba olahraga, kesenian, pelayanan kesehatan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, sunatan massal, serta panggung hiburan. Selain itu juga ada pasar murah/bazar.

�Di dalamnya juga kita buatkan sehari diskon untuk buruh. Semata-mata tidak sekadar mengajak buruh untuk hedonis, tapi kita sedang memberikan sebuah perhatian. Kita harapkan di dalam May Day ada satu kebersamaan yang bisa diciptakan di mana pemerintah bisa memberikan fasilitasi untuk itu,� kata Ganjar.

Hubungan industrial sangat penting untuk menciptakan iklim industri yang kondusif. Hubungan semacam itu harus terus digugah dan dihidupkan. Melalui peringatan May Day yang melibatkan buruh, pengusaha, dan pemerintah, akan terjadi interaksi yang baik antartripartit. �Setiap May Day kita berharap ada kegembiraan buruh, dan kita harapkan kegembiraan itu pelan-pelan akan menjadi kegembiraan buruh selama satu tahun. Mudah-mudahan dalam May Day ini, sehari itu buruh menjadi raja, bisa didorong,� katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah Dra Wika Bintang MM, didampingi Kepala Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah Agus Utomo SSos menjelaskan, peringatan Hari Buruh Internasional dilakukan dengan penyelenggaraan Porseni Tripartit VIII yang berlangsung pada 1-2 Mei.
Porseni dibuka dengan senam massal di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Porseni tersebut melombakan gerak jalan (Halaman Kantor Gubernur) yang rencananya dilepas Gubernur Jawa Tengah, bola voli (GOR Satria), bulutangkis (GOR Universitas Semarang), tenis meja (BPJS Ketenagakerjaan Jalan Pemuda Semarang), menyanyi (Disnakertransduk Provinsi Jawa Tengah), serta kinerja LKS Tripartit yang diikuti 35 LKS Tripartit Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Setelah pembukaan Porseni, di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah juga diselenggarakan panggung hiburan yang diisi dengan musik campursari dan dangdut, pasar murah/ bazar yang menjual 1.000 paket sembako murah (beras, minyak goreng, gula pasir, dan mi instan yang dijual Rp 50 ribu per paket). Selain itu juga dilangsungkan sunatan massal untuk 100 anak pekerja/buruh, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pameran usaha kecil menengah (UMK). Pada hari buruh itu, seluruh kota kabupaten di Jateng juga akan menggelar berbagai kegiatan.
http://www.indopos.co.id/2014/04/per...kan-buruh.html

Selasa, 29 April 2014 , 22:09:00
May Day, PDI-P dan Buruh Tolak Kenaikan TDL

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka bersama asosiasi buruh menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) bagi industri yang berlaku mulai Mei 2014 ini. Mereka menolak naiknya TDL industri karena akan berdampak luas bagi masyarakat.

"Momentum penolakan tersebut akan kita sampaikan bertepatan dengan May Day (hari buruh internasional,red), yang jatuh pada 1 Mei 2014," kata Rieke Diah Pitaloka, didampingi sejumlah pimpinan federasi dan serikat buruh, di press room DPR, Senayan Jakarta, Selasa (29/4).

Menurut politisi PDI-P itu, kenaikan TDL berdampak langsung kepada harga barang dan jasa kebutuhan masyarakat.

"Tidak bisa dijadikan alasan pemerintah yang tidak mampu membiayai industri lalu menaikkan TDL industri. Menaikan TDL, bukan kebijakan yang tepat karena membahayakan industri nasional, yang pada akhirnya memberikan 'efek domino' kepada seluruh sektor kehidupan," tegas Rieke.

Karena itu, ujarnya, 1 Mei 2014 ini saat yang tepat bila buruh dan pekerja bersama rakyat menolak kenaikan TDL. "Yang harusnya dilakukan adalah memperbaiki manajemen pengelolaan energi, memberantas mafia minyak, gas, dan listrik," ujarnya
http://www.jpnn.com/read/2014/04/29/...Kenaikan-TDL-#



Selasa, 29 April 2014 , 22:09:00
May Day, PDI-P dan Buruh Tolak Kenaikan TDL

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI FPDIP Rieke Diah Pitaloka bersama beberapa asosiasi buruh menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) bagi industri yang akan berlaku mulai Mei 2014 ini.

Kenaikan tarif TDL dianggap akan berdampak luas bagi masyarakat seperti kenaikan harga-harga yang secara otomatis berdampak pada sulitnya kehidupan perekonomian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebagainya.

Apalagi perbaikan nasib pekerja/buruh tidak bisa menafikan kondisi industri, terutama industri nasional atau BUMN.

�Tak bisa dijadikan alasan pemerintah yang tidak mampu membiayai industri lalu menaikkan TDL industri, maka kenaikan TDL itu bukan kebijakan yang tepat, dan bahkan membahayakan industri nasional, yang pada akhirnya akan memberikan dampak �efek domino� terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok, yang justru akan makin menyengsarakan rakyat,� kata Rieke Diah Pitaloka pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Dengan demikian menurut Rieke, pada hari buruh 1 Mei 2014 ini saat yang tepat bila buruh dan pekerja bersama rakyat menolak kenaikan TDL bagi rumah tangga maupun industri.

�Kenaikan harga energi tidak boleh menjadi solusi atas ketidakmampuan pemerintah mengelola energi nasional untuk kepentingan rakyat dan bangsa. Yang harusnya dilakukan adalah memperbaiki manajemen pengelolaan energi, memberantas mafia minyak, gas, dan listrik,� ujarnya.

Sementara itu tuntutan buruh/pekerja adalah adanya kepastian kondisi kerja yang berkeadilan.

Itu kata Rieke, harus menjadi politik tetap negara, terutama pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja melalui industrialisasi yang mampu menciptakan dan memeratakan kesejahteraan.

�Pemerintah harus menghapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing yang merupakan praktek perbudakan modern,� tambahnya.
Selain itu, pemerintah harus menjamin kemerdekaan dan kebebasan bergerak pada organisasi buruh dan pekerja.

Di mana pemerintah harus menjauhkan segala sikap dan tindakan yang dapat diartikan membatasi hak-hak asasi dari gerakan buruh.

Juga wajib mengikhtiarkan penyelesaian perselisihan hubungan industrial dengan membangun sistem perundingan yang berkeadilan sampai membangun sistem peradilan yang mampu meningkatkan kualitas hubungan industrial.

�Harus menjamin terhadap jam kerja yang manusiawi dan meningkatkan keselamatan kerja,� kata Rieke.

Rieke juga meminta perundang-undangan dan peraturan menyangkut tenaga kerja perlu segera dibuat, direvisi, dan dibangun sistem implementasi yang tidak berbelit-belit, transparan, disertai dengan sanksi hukum yang adil pada siapa saja yang melanggar.

Di mana smeua perangkat hukum ketenagakerjaan harus dipatuhi bukan saja oleh pekerja dan pemberi kerja di sektor swasta, tapi juga BUMN.
Misalnya UU sistem dan komite pengawas ketenagakerjaan, sistem pengupahan dan perlindungan upah, tenaga kesehatan, perlindungan pekerja rumah tangga, perlindungan pekerja media.

Sedangkan UU yang harus direvisi antara lain UU ketenagakerjaan, penyelesaian hubungan industrial, penempatan dan perlindungan tenaga kerja di luar negeri, dan aparatur sipil negara.

�Jadi, gerakan buruh ini harus menjadi gerakan politik untuk mendorong lahirnya kebijakan politik ketenagakerjaan yang melahirkan perbaikan hidup buruh. Bukan untuk menuver politik dengan target kekuasaan politik bagi elit-elit buruh,� ujarnya.
http://www.tribunnews.com/nasional/2...-dasar-listrik

Kenaikan Upah Buruh Memberatkan Pengusaha
Selasa, 29 April 2014 23:02 WIB



RIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peringatan hari buruh internasional tanggal 1 Mei mendatang biasanya diikuti beberapa tuntutan dari buruh. Salah satunya adalah soal kenaikan upah minimum.

Natsir Mansyur, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik mengatakan, tuntutan kenaikan upah jika dikabulkan akan memberatkan pengusaha.

�Mereka boleh saja demo untuk menyampaikan aspirasi mereka. Tapi kalau upah dinaikkan, maka biaya produksi juga otomatis akan meningkat,� katanya kepada Kontan, Selasa (29/4).

Natsir menambahkan, kenaikan upah buruh akan memberatkan karena masih ada beban biaya lain yang harus ditanggung oleh pengusaha.
Seharusnya, kata Natsir, pemerintah membentuk tim khusus yang bisa menekan biaya lain-lain yang ditanggung pengusaha. Sehingga, beban pengusaha tak menjadi lebih berat.

Rencananya, ribuan buruh akan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya pada 1 dan 2 Mei 2014.

Ada beberapa tuntutan yang bakal disuarakan buruh. Antara lain, menolak kebijakan upah murah dengan parameter KLH ditambah, meningkatkan taraf hidup layak buruh, dan menghapuskan sistem outsourcing.
http://www.tribunnews.com/bisnis/201...tkan-pengusaha

Buruh Jabar Pamer Dukungan Untuk PDIP
Kamis, 13 Maret 2014 | 10:57 WIB

inilah..com, Bandung - Ribuan massa buruh se-Jawa Barat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) menyatakan dukungan kepada PDIP. Dukungan disampaikan melalui pernyataan resmi di Monumen Perjuangan (Monju) Jawa Barat Jalan Dipatiukur Kota Bandung, Kamis (13/3/2014).

Para buruh berasal dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera (KSBSI), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Tekstil Sandang dan Kulit (SPSI TSK), Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo), Serikat Buruh Sejahtera Tahun (SBSI) 92, Forum Pekerja Mandiri (FPM), Serikat Pekerja Nasional (SPN), dan Serikat Tani Merdeka (SPM). Deklarasi dukungan dibacakan Fajar Arif, Koordinator Federasi Pekerja Mandiri.

Menurut Korwil Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Jabar Madi Ahmad Sudrajat, deklarasi merupakan tindak lanjut dari pernyataan sikap politik buruh di Taman Ismail Jakarta (TIM) pada Sabtu (8/3/2014) lalu. Dukungan disalurkan kepada PDIP yang selama ini dinilai konsisten memperjuangkan nasib buruh.

"PDIP konsisten memperjuangkan wong cilik, dimana buruh menjadi salah satunya. Kami punya massa lebih dari 30.000 yang akan memperjuangkan kemenangan PDIP," tuturnya.

Dia menyatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dukungan kepada PDIP di seluruh wilayah Jawa Barat. Para buruh memang tidak mungkin berpolitik praktis, tetapi akan menyalurkan aspirasi politik kepada PDIP.
"Mudah-mudahan dukungan ini memberikan inspirasi kepada PDIP dalam memperjuangkan kami, seperti nasib UMR," tegasnya.

Sementara Fajar Arif menyatakan, deklarasi menyentuh kepada masalah kebangsaan, kerakyatan, dan kemandirian. Secara nasional, PDIP terbukti membela masyarakat adat secara kultural dan plural. Hal itu terbukti dari 9 daerah yang dikuasai PDIP semuanya mengedepankan UMKM.

"Seluruh tokoh PDIP memiliki contoh kemandirian dan keberpihakan kepada sektro informal," tandasnya.
http://www.inilahkoran.com/read/deta...gan-untuk-pdip



Belum May Day, Ratusan Buruh Serbu Disnaker Kabupaten Tangerang
29 Apr 2014 15:13

Ratusan buruh yang tergabung dalam FPSMI gelar aksi di depan gedung Balai Kota Jakarta pada Senin (7/4/2014) (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah).
Liputan6.com, Tangerang - Hari Buruh Internasional atau May Day belum berlangsung. Namun ratusan buruh sudah menggeruduk Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang, Selasa (29/4/2014).

Mereka beraksi meminta segala persoalan perburuhan di wilayah tersebut diselesaikan tahun 2014. Ratusan buruh itu tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Tangerang.

Koordinator Aksi Eno mengatakan, tuntutan kali ini adalah agar permasalahan kasus buruh di Kabupaten Tangerang dapat segera diselesaikan. Karena sampai saat ini penyelesaian dinilai lambat.

"Banyak pengaduan buruh tidak terselesaikan oleh pihak Disnaker dan permasalahan buruh harus dapat diprioritaskan oleh pihak disnaker kab. Tangerang," ujarnya.

Eno menambahkan, masih banyaknya pengusaha yang memberikan upah tidak sesuai dengan UMK 2014 sebesar Rp 2,4 juta, dan dinilai telah melanggar keputusan yang sudah ditetapkan oleh Provinsi Banten.

"Kami juga meminta kepada pihak Disnaker agar menindak para perusahaan yang belum membayarkan gaji sesuai UMK 2014," ungkapnya.

Jika tak dituruti, para buruh mengancam menduduki Disnaker Kabupaten Tangerang, sampai ada pihak yang bersangkutan, memberi keputusan. "Kami akan tetap di sini," pungkas Eno.
http://news.liputan6.com/read/204338...aten-tangerang

Relawan Jokowi Jatim Gerilya di Kalangan Buruh
Minggu, 27 April 2014 14:02:10

Surabaya (beritajatim.com) - Tim Relawan Jokowi Jatim tidak mau ikut pusing memikirkan siapa pasangan cawapres yang layak mendampingi Jokowi. Hal itu karena diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Tim Relawan Jokowi tidak ingin masuk dalam wilayah personal cawapres, itu urusan elit partai. Kalau tim Jokowi turun setelah paket capres-cawapres lengkap, akan banyak waktu terbuang. Kami harus terus bergerak, sekarang mendekati kaum buruh dan pekerja," kata Ketua Tim Relawan Jokowi Jatim Bambang DH kepada wartawan di Sutos, Minggu (27/4/2014).

Untuk menyambut peringatan hari buruh 1 Mei (Mayday), Tim Relawan Jokowi Presiden Jatim menyelenggarakan seminar buruh dengan tema Jaminan Sosial Nasional antara harapan dan kenyataan bagi pekerja/buruh.

Seminar menghadirkan nara sumber Djamhadi (Ketua Kadin Surabaya), Hamdani (SPSI Surabaya) dan Atmari(akademisi Unair).

"Pada seminar kali ini mengundang serikat pekerja dan buruh di seluruh Surabaya. Pokok-pokok pikiran dalam seminar ini akan diteruskan ke tim Jokowi pusat dan menjadi bahan ke depan dalam memperjuangkan nasib buruh," tegas Wakil Ketua DPD PDIP Jatim ini.

Ditanya siapa cawapres yang cocok mendampingi Jokowi dalam memperjuangkan buruh, caleg DPRD Jatim Dapil 1 yang hampir dipastikan terpilih ini, mengaku tidak ingin masuk ke wilayah elit partai. "Siapapun cawapresnya mau dari kalangan militer ataupun sipil, bagi kami nggak ada masalah. Kami akan berjuang memenangkan Jokowi untuk jadi presiden," imbuhnya.

Tim Relawan Jokowi Jatim memiliki anggota ribuan dan menyebar di seluruh Jatim. Mereka tidak hanya berasal dari kader dan simpatisan PDIP, tapi juga ada non PDIP. "Kami kali ini adakan seminar perburuhan, ke depan mungkin menggarap masalah ketahanan pangan, energi terbarukan, lingkungan hidup dan masalah bangsa lainnya," pungkasnya
http://beritajatim.com/menuju_pemilu...l#.U2B9kKglmSo

-----------------------------------

Kapok ... itu cukong dan pengusaha konglomerat yang saat ini banyak ngedukung Jokowi jadi Presiden via PDIP .. besok-besok manakala para buruh itu menuntut janjinya ke PDIP dan Jokowi dengan upah sampai 10 juta rupiah (saat jadi Presiden kelak) , yang mampus adalah perusahaan-perusahaan konglomerat pendukung Jokowi dulu


SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive