
Jika ditolak TMR Ragunan, lalu ke manakah monyet-monyet ini akan ditempatkan?
"Nggak tahu, urusannya ditolak bukan urusan kita," jawab Kepala Seksi Puskesmas LPT BKHI Dinas Peternakan dan Perikanan, V Aswindrastuti, di kantornya, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta, Selasa (4/2/2014). Kantor ini terletak sekitar 500 meter dari TMR Ragunan.
Aswindrastuti tak terlalu peduli dengan keputusan Ragunan. Dirinya kini lebih memilih berkonsentrasi melakukan proses 'sosialisasi', alias memperkenalkan monyet satu dengan yang lainnya, agar terbentuk satu keluarga besar monyet hasil razia ini.
"Kita tetap akan melakukan sosialisasi supaya mereka bisa menjadi satu keluarga. Mungkin sampai tahun ini masih akan tetap di sini," tutur Aswindrastuti.
Dia menjelaskan, saat ini ada 67 monyet di dalam kandang. Dahulu, ketika monyet-monyet didatangkan usai razia dilakukan Pemprov DKI, ada 87 monyet. Namun ada yang terkena penyakit, luka-luka, dan akhirnya mati.
"Yang tersisa saat ini sehat semua," katanya di samping kandang.
Aswindrastuti berharap, monyet-monyet ini bisa ditempatkan di lingkungan yang cocok, kelak. Jika Ragunan menolak, maka hutan bisa jadi pilihan tempat berlabuh keluarga besar Sarimin ini.
"Bisa dilepas ke alam yang belum ada kelompok monyetnya, atau yang belum banyak kelompok monyetnya. Dan yang ekosistemnya cocok, ada sumber makan minumnya. Itu harus dicari," harapnya.
http://news.detik.com/read/2014/02/0...pan?n991101605


