
Pengerjaan gorong-gorong di Jalan Rawa Domba, Duren Sawit, Jakarta Timur diprotes warga sekitar. Hal itu lantaran, proyek yang tengah dikerjakan Sudin PU Tata Air tak kunjung selesai dan membuat wilayah tersebut kebanjiran.
Menurut Ketua RT 08/RW 16 Duren Sawit, Nirmansyah, proyek pembuatan gorong-gorong tersebut hanya membuat banjir yang kerap melanda wilayah tersebut semakin parah. Sebelumnya, kata Nirmansyah, banjir yang menggenangi wilayah tersebut lebih cepat surut.
Imbas lambatnya proyek tersebut membuat sekira 400 rumah di RT 06, 07, 08, RW 16, selalu terendam banjir. Bahkan, dua sekolah yaitu SDN Duren Sawit 07 dan SDN Duren Sawit 08 turut terendam setinggi 70 sentimeter. Alhasil proses kegiatan belajar mengajar (KBM), terpaksa diliburkan atau dipindah sekolah.
"Biasaya sebelum ada proyek ini, kalau ada banjir paling cuma satu atau dua jam sudah surut, tapi sekarang bisa sampai tiga hari nggak surut. Tinggi airnya juga sampai 1,5 meter," ujar Nirmansyah, Kamis (13/2/2014).
Warga melihat ada kegagalan dalam proyek tersebut. Harusnya proyek senilai Rp 900 juta itu rampung pada Desember 2013 lalu. Namun faktanya hingga Februari 2014 tak kunjung rampung. Warga tak terima jika wilayahnya dijadikan kelinci percobaan dalam proyek pembuatan gorong-gorong.
"Kami sudah kecewa dan kesal dengan janji-janji kontraktor dan Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, katanya akan mulai kembali dikerjakan proyeknya kemarin. Tapi sekarang belum dikerjakan juga. Warga merasa dipermainkan, keluhan kami juga tidak dianggap serius," kata Nirmansyah.
Dikatakan Nirmasyah, setiap hujan turun dengan intensitas lebat, rumah warga tergenang hingga satu meter. Untuk itu, warga mengancam akan menggelar aksi demo ke Balai Kota, menuntut Gubernur DKI agar segera menuntaskan proyek gorong-gorong tersebut.
sumber
jokowi siap-siap dituntut tuh mana pembelaan dari PANASTAK



