
Alat sadap ditemukan di rumah dinas Gubernur DKI Joko Widodo. PDIP mengaku soal penyadapan bukanlah hal baru dialami kadernya. Bahkan, hal ini pernah dilaporkan ke penegak hukum.
"Kita sudah lama (disadap) sudah sering mengeluh ke Polri dan TNI tapi enggak ditanggapi dengan baik," ujar politikus PDIP Budiman Sudjatmiko di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (22/2).
Menurut Budiman, informasi itu disampaikan belum dalam laporan resmi, hanya curhatan semata. "Kita belum ada laporan resmi, nanti tunggu keputusan Sekjen," katanya.
PDIP, kata Budiman, tidak akan terlalu reaktif soal penyadapan ini. Menurutnya, sadap menyadap merupakan hal wajar dalam politik.
"Dalam politik dimata-matai pejabat itu ya slow saja, tapi kita sudah berupaya (melaporkan)," tutup dia.
Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo tiba-tiba mengatakan teror itu ditujukan untuk Megawati dan Gubernur DKI Joko Widodo.
"Kemarin kita operasi, terdapat tiga penyadap di rumah Pak Jokowi," kata Tjahjo dalam dalam diskusi di Jakarta, Kamis (20/2) kemarin.
Alat penyadap itu ditemukan sekitar dua minggu lalu. Tjahjo menyebut ada sejumlah pihak yang sedang ingin menjatuhkan citra Jokowi. Tim ini bahkan sudah bergerak ke Solo, mencari kesalahan Jokowi.
SUMBER.....


