Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Kapasitas Berlebih, 2.300 Orang Bakal Dipindahkan Dari Tiga Binanga

Wednesday, February 5, 2014


Kapasitas Berlebih, 2.300 Orang Bakal Dipindahkan Dari Tiga Binanga

Sumatera Utara, Indonews.com - 5.509 orang atau 1.571 kk saat ini mengungsi di posko pengungsian Tiga Binanga. Jumlah itu, menurut data yang diunggah Komandan Satgas Tanggap Darurat Erupsi Sinabung, Asep Sukarna di situs Kabupaten Karo, lebih dari dua kali lipat dibandingkan pengungsi yang juga menumpuk di posko lain, misalnya posko Kaban Jahe 1 di Desa Ketaren yakni 1.974 orang atau 592 kk, atau di posko Sempajaya, sebanyak 1.620 orang atau 509 kk. Untuk memaksimalkan pelayanan, 2.300 orang pengungsi asal Batu Karang, Payung, Karo, Sumatera utara, bakal dipindahkan.

Menurut koordinator posko pengungsian Tiga Binanga, Satria Ginting, jumlah pengungsi bertambah drastis sejak Minggu (02/02) dikarenakan letusan pada sehari sebelumnya yang menelan 14 korban jiwa dan empat orang menderita luka bakar.

"Sekarang lebih lima ribu (orang)," kata Satria yang juga adalah Camat Tiga Binanga saat dihubungi lewat telepon.

Menurut Satria, banyaknya jumlah pengungsi di posko yang dikoordinatorinya karena adanya 2.300 orang warga Batu Karang yang memutuskan untuk mengungsi di poskonya. Padahal menurut Satria, jarak desa itu masih dalam wilayah aman, yakni 8 kilometer dari puncak. Hingga hari ini, radius bahaya masih ditetapkan pada 5 kilometer dari puncak.

Warga asal Batu Karang, memang diberitakan meminta diungsikan karena tak tahan lagi dengan abu akibat erupsi Sinabung yang mengganggu kesehatan, terutama gangguan pernapasan. Selain itu, persediaan makanan juga menipis karena tak ada hasil ladang yang bisa dipanen. Karenanya, pada Senin (20/01), Kepala Desa Batu Karang Roin Andreas Bangun meminta 6.500 warganya untuk diungsikan.

"Memang abu (di Batu Karang) tebal, jarak pandangan cuma sampai 2 atau 3 km," kata Satria.

"Tapi kalau abu saja, Brastagi ya kenakan?" ujarnya lagi.

Meski pengungsi berjibun, hingga saat ini permasalahan logistik untuk pengungsi menurut Satria masih aman. Persediaan untuk para pengungsi yang kerap menjadi masalah menurutnya adalah sayuran dan bumbu masak. Pasalnya, banyak ladang dan kebun yang gagal panen karena dihajar abu letusan Sinabung. Karenanya, meski banyak bantuan sayur dan bumbu dari desa-desa yang tak terkena dampak erupsi, persediaan tetap saja sering langka.

"Kepala-kepala desa sering kasih ubi, terong, dan lainnya. Tapi mau bagaimana, tetap langka," kata Satria dalam logat Batak yang kental.

Karenanya menurut Satria, upaya pemindahan 2.300 orang asal Batu Karang menurutnya adalah pilihan terbaik. Meski mengatakan tak bisa menolak orang yang datang untuk mengungsi dari daerah manapun, pemindahan menurutnya menjadi penting agar pelayanan di poskonya betul-betul maksimal jika jumlah pengungsi tidak terlalu banyak.

"Mungkin paling lama seminggu, sudah dipindahkan," ujar Satria lagi.

Rencana pemindahan telah ia koordinasikan dengan PemKab Karo dan telah diberitahukan mengenai pada warga Batu Karang pada Senin (03/02) malam. Menurutnya, ia tidak ada protes dari mereka terkait rencana itu.

Sementara itu, jumlah total warga di sekitar Gunung Sinabung yang tersebar di 42 pengungsian hingga kemarin (Senin, 03/02) mencapai 31.739 orang atau 10.729 kepala keluarga (kk). Dari total 30 ribu lebih masyarakat yang berada di pengungsian itu, 3.812nya adalah kelompok rentan, yakni 2.258 orang lansia, 263 ibu hamil, serta 1.291 bayi. ***


Sumber : Indonews


Dan SBY duduk manis di dalem tenda gimana nasib tenda miliarannya itu ya
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive