
Gou bercerita telah menemui Jokowi setahun lalu ketika sedang mencari-cari lokasi investasi pabrik baru perusahaan elektronik tersebut. Sebagai investor, dia butuh bantuan menghadapi risiko investasi. "Jokowi berjanji bisa selesaikan masalah itu," ujarnya.
Belakangan, Gou mengaku terkesan karena Pemprov DKI menunjukkan keseriusan. Salah satu buktinya, kata dia, Pemprov DKI mengirim satu tim, termasuk dari Kawasan Berikat Nusantara, ke markas Foxconn di Taipei, sepekan lalu. "Dia memverifikasi saya akan investasi di sini atau tidak. Dia tidak hanya bicara. Ini serius. Jadi dengan ini, saya membuat penilaian saya."
Soal masalah Jakarta seperti kemacetan, Gou tidak khawatir. Menurut dia, kota besar seperti New York dan Beijing pun bermasalah dengan kemacetan. Itu sebabnya, Jumat pagi ini, Gou menandatangani letter of intent kerja sama dengan Pemprov DKI atau KBN sebesar US$ 1 miliar. Targetnya adalah mendirikan industri teknologi tinggi dalam bidang teknologi informasi bagi tenaga kerja muda. Produk yang dijanjikan, misalnya, pembuatan cip dan konduktor telepon seluler.
Sumber


