
Menurut kolega almarhum dan mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara, Said Didu, Saat ini almarhum disemayakan di kediamannya, Jalan Patra Kuningan 11 Nomor 11 Jakarta Selatan. "Besok dimakamkan," kata dia kepada Tempo, Sabtu 8 Februari 2014.
Hasjrul wafat di Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan pada pukul 14.40 WIB, setelah dirawat selama beberapa hari. Menurut Said, Hasjrul menderita stroke dan komplikasi penyakit lain. Namun Said tidak mengetahui, berapa lama Hasjrul telah mengidap penyakit tersebut.
Hasjrul lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 18 November 1931. Dia meninggalkan seorang putri, Ira Hasyda Harahap. Istrinya, Siti Aida Nasution, meninggal dunia pada 18 Februari 1998. Hasjrul menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Bogor, yang berganti nama menjadi IPB, pada 1961. Gelar Doktor studi pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan diperolehnya pada 2004.
Pada 1955-1961, Hasjrul bekerja sebagai guru di SMP Taman Putra, Taman Madya, dan Regina Pacis, Bogor. Karirnya di bidang pertanian dan kehutanan dimulai pada 1961, sebagai asisten tanaman di Perusahaan Perkebunan Nasional IV (sekarang PTPN) Sei Mangke Sumatera Utara. Sebelum menjadi Menteri Kehutanan, pada 1983-1988 Hasjrul menjabat Menteri Muda UPP Tanaman Keras.
Menurut Said, Hasjrul adalah tokoh yang memantapkan pengelolaan kehutanan di Indonesia. Dengan gagasan HPH, Said menilai Hasjrul bisa membenahi pengelolaan hutan yang sebelumnya karut marut. "Pembenahan hutan Indonesia dimulai pada era Beliau," katanya.
SUMBER


